Pantai Ngungap bikin Mangap

5 comments
Hamparan laut biru dari Pantai Ngongap, Gunungkidul

Ridho melongo di pinggir tebing sambil memegang teropongnya. Ia takjub akan tarian gemulai "bidadari putih" yang meliuk - liuk di udara. Saat matahari mulai terasa terik di Pantai Ngungap, Gunungkidul. 

Di pantai paling Timur Yogyakarta itu kami terpana melihat burung Buntut Sate-putih terbang modar-mandir di dekat sarangnya yang berupa lubang di tebing tegak setinggi hampir 70an meter.

"Doooom!!!" deburan ombak Samudera Hindia berulang kali menabrak dinding tebing lalu semilir angin Barat yang bertiup ditambah dengan pemandangan lanskap karst Gunung Sewu kami lahap siang itu, mahakarya seni Sang Pencipta yang membuat kami terus mengucap syukur. Ditambah lagi pelengkap burung yang bernama Phaeton lepturus, sempurna.
Tebing pantai ngungap gunungkidul
Lanskap Pantai tebing Ngungap, Gunungkidul

Sejarah Pantai Ngungap

Dahulu kala ketika para Naturalis menjelajah Nusantara, tersebutlah seorang bernama Franz Wilhelm Junghuhn pernah mampir di lokasi ini. Seorang naturalis berkebangsaan Jerman pernah melukis pantai tebing ini, saya pernah melihat lukisan beliau lewar internet namun sayang saya lupa dilaman mana, namun melihat pantai ini saya jadi teringat lukisan beliau. Dari lukisan yang dibuat sekitar tahun 1830an hingga sekarang lanskap pantai Ngungap seperti tidak berubah. Dari pinggir tebing yang saya injak saya membayangkan Junghuhn sedang melukis ditempat saya berada. Mak tratap!

Burung Buntut Sate-putih | White-tailed Tropicbird
Buntut Sate-putih Phaeton lepturus dengan ekor yang menjuntai terbang di atas Laut Selatan

Burung Buntut Sate-putih | White-tailed Tropicbird

Pengamatan hari itu merupakan request dari seorang teman yang ngebet banget melihat dan mengabadikan kecantikan si Buntut sate. Memang tak seramai dan tak sedekat pengamatan di bulan antara Juli hingga September, namun sesekali bidadari itu tak malu-malu untuk mendekat dan seperti slow motion karena melawan angin Barat yang cukup kencang. Walau begitu kami menikmati pengamatan tersebut. Sang Surya kian meninggi, sialnya kami lupa bawa topi dan air minum pun hanya sebotol jadi kami putuskan untuk meneduh di bawah pendopo.
Kami bertemu dan mengobrol dengan seorang penduduk setempat yang akan mencari rumput untuk ternaknya. Beliau bercerita banyak hal, tentang burung tersebut yang katanya ramai jika musim ikan, tentang para pelaut dari berbagai daerah seperti Cilacap hingga Sulawesi yang mencari ikan di daerah tersebut. Ada satu cerita menarik tentang kebiasaan atau adat orang di daerah tersebut. Beliau berkata "warga disini dilarang untuk memburu burung baik untuk dimakan atau dijual". Mendengar cerita tersebut membuat kami lega dengan kelangsungan burung-burung yang ada disini.
Burung Buntut Sate-putih dari atas | White-tailed Tropicbird above
Tampak bawah burung Buntut-sate Putih
Lama kami mengobrol tiba-tiba terjadi gempa bumi sampai membuat pendopo terlihat bergoyang, lebih ngeri lagi karena kami berada di pinggir laut. Segera kami kemasi barang dan pergi kembali pulang. Sesaat kami tiba di Jogja ternyata pusat gempa berada di daerah Kebumen, Jawa Tengah dan tidak berpotensi terjadinya Tsunami.

Semoga saat musim ikan di laut ini atau saat ramainya burung ini hiruk pikuk di pantai Ngungap, kami bisa menyapa lagi si Buntut Sate-putih, tentunya bersama ANDA!

Rute / Jalan / Cara Menuju Pantai Ngungap

Catatan awal saya jika anda ingin pergi ke pantai Ngungap sebaiknya anda menggunakan kendaraan pribadi, karena relatif susah menjangkau lokasi ini menggunakan kendaraan atau transportasi umum. Selain itu jarak pantai ini dengan kota-kota sekitar (Jogja, Solo, Baturetno, Pacitan) juga relatif jauh, hal ini mungkin bisa mengganggu kepuasaan anda di pantai Ngongap untuk berlama-lama. Anda bisa kepikiran terus waktu untuk pulang disesuaikan dengan jadwal kendaraan / transportasi umumnya.

Sekali lagi, lebih baik menggunakan kendaraan pribadi. Agar anda puas berlama-lama dan menikmati pesona pantai Ngungap. Berikut Jalur atau rute yang harus anda tempuh menuju pantai Ngongap. 

Berangkat dari kota Jogja menuju Pantai Ngungap

Keluar dari kota menuju Jalan Wonosari lalu lurus ke arah timur hingga Piyungan. Selanjutnya perjalanan naik-turun diawali dari Patuk (Gapura perbatasan Kabupaten Gunung Kidul) lalu ikuti jalan utama menuju Sambipitu. Setelah melewati Tahura Bunder lanjutkan hingga perempatan Gading (lapangan terbang) dan lanjutkan hingga kota Wonosari. Selanjutnya melewati pasar Wonosari hingga traffic light ambil arah lurus ke timur menuju Semanu. Setelah turun melewati jembatan lalu akan bertemu dengan perempatan lampu merah Jalan Nasional III, ambil jalur ke kiri ke hingga pertigaan Bedoyo lalu lanjutkan dengan mengambil arah kanan atau ke selatan lewat Jalan Wonosari Pracimatoro. 
Jalan Nasional III Semanu
Perempatan Jalan Nasional III Semanu, ambil arah kiri untuk menuju Pantai Ngongap. Sumber: Google Map.
 Ikuti jalan tersebut anda akan disuguhi pemandangan asli Gunung Kidul, jalan diantara bukit-bukit yang kebanyakan ditanami pohon Jati. Nikmati perjalanan anda hingga bertemu pertigaan, ambil jalur kanan (selatan) masuk Jalan Baron Jeruklegi. Terus ikuti jalan hingga melewati Polsek Girisubo lalu Pasar Jeruk Wudel, terus ke arah selatan hingga bertemu pertigaan.
Pertigaan desa Pucung, Girisubo, Gunung Kidul.

Pilih belok kanan menuju desa Pucung, selanjutnya terus ikuti jalan aspal tersebut hingga berganti dengan jalan berbatu, melewati kebun pohon Jati, beberapa naik dan turunan hingga bertemu Pendopo Tua dan sampailah anda di Pantai Ngungap.

Berikut peta jalur dari kota Jogja menuju pantai Ngungap:


Contact Form

Name

Email *

Message *