Hemat Biaya Menggunakan Transportasi Umum ke kota Batu & Lokasi Wisatanya!

Sejak tahun 2016 saya tinggal di kota wisata Batu, Jawa Timur dulunya merupakan sebuah kecamatan bagian dari Kabupaten Malang. Dengan bergilirnya waktu dan perkembangan, sejak tahun 1993 kecamatan ini beralih administrasi menjadi sebuah Kota Madya dan terpisah dari Malang pada tahun 2001.


Sejauh yang saya tahu, asal nama Batu berasal dari seorang tokoh bernama Abu Ghonaim yang selanjutnya dikenal sebagai "mbah Tu" kependekan dari mbah Wastu, seorang ulama pengikut dari Pangeran Diponegoro yang hidup sekitar tahun 1700an.

Atas jasanya maka daerah selatan gunung Arjuna-Welirang ini diberi nama (m)Batu. Kebetulan saya tinggal di dekat makam beliau di desa Bumiaji, kecamatan Bumiaji. Pada hari tertentu beberapa orang datang ke makam beliau untuk berziarah. Lanjut baca sejarah kota Batu disini.

Transportasi umum menuju kota Batu dari Surabaya dan Malang
Pemandangan di utara kota Batu, jajaran gunung Arjuna-Welirang
Perkebunan Apel, Selecta, pemandian air panas Cangar, gang macan Songgoriti merupakan image kota ini dijaman dulu. Kini banyak tempat wisata baru di kota Apel ini, yang setiap akhir pekan dan hari libur lain ramai dikunjungi wisatawan. Dan rasah dho kaget nek mBatu dadi macet lur ben libur :p

Sodara-sodaraku yang baik dan budiman, perkenankeun saya untuk berbagi mengenai cara menuju kota wisata Batu menggunakan transportasi umum dari Yogyakarta (Jogja), Surabaya dan Malang serta cara menuju tempat wisata favorit di kota wisata Batu menggunakan angkutan kota (angkot). Monggo lur... eh sodara-sodara ding.

Dari Jogja Menuju Kota Batu


Pembaca yang mbois, berangkat dari negri gudheg ini semurah-murahnya adalah bersama bus jurusan kota Pahlawan, Surabaya. Ada Eka, Mira, Via, Sugeng Rahayu, Sumber Selamat dst. Nah, anda harus turun di terminal Jombang sebelum jam 19.00 WIB. Tarifnya berkisar dari Rp. 46.000,- s/d Rp. 80.000,-. Bus beroperasi 24 jam dengan waktu tempuh kurang lebih 6 jam.

Berhenti di terminal Jombang, silahkan masuk bus BAGONG-PUSPA INDAH jurusan Jombang-Malang. Mintalah untuk turun di terminal Batu, dengan tarif berkisar Rp. 20.000,- s/d Rp. 30.000,-. Lama waktu perjalanan sekitar 3 jam. Jadi total lama perjalanan dari Jogja ke Batu via Jombang adalah sekitar 9 jam. Suwi yo, panas ra bokongmu?

Dari Surabaya Menuju Kota Batu


Jika kalian terbang menggunakan pesawat dan tiba di bandara Internasional Juanda, Surabaya kalian bisa menuju Terminal Bungurasih (Purabaya), Surabaya naik Bus Damri, tarifnya sekitar Rp.30.000,- dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, catatan kondisi jalan lancar alias nggak macet (terutama waktu sore). Jadwal operasional bus damri dari bandara Juanda ke terminal Bungurasih adalah: 07.00 WIB – 21.00 WIB (Berangkat setiap 1 jam).

Sesampainya di Terminal Bungurasih, Surabaya selanjutnya kalian bisa naik bus tujuan terminal Arjosari, Malang dengan tarif EKONOMI sekitar Rp.15.000 atau PATAS Rp.25.000. Waktu tempuhnya ± 2 jam (kondisi lancar). Jadwal operasionalnya ada di setiap waktu, tapi usahakan sebelum jam 21.00 WIB karena biasanya bus yang berangkat mulai sedikit. (Berangkat setiap 10 menit).

Kebun Apel di kota Batu, Jawa Timur
Kebun Apel di daerah Jurangkuali, kota Batu.

Tiba di Terminal Arjosari, Malang kalian bisa istirahat sejenak makan atau minum biar nggak capek, banyak warung di depan terminal dan sekitarnya.
Lanjut lagi naik angkot menuju terminal Landungsari. Bisa naik Angkot ADL (Arjosari-Dinoyo-Landungsari) atau AL (Arjosari-Landungsari) dengan tarif sekitar Rp.4.000. Waktu tempuhnya ± 30 menit.
TIPS: jangan tanya harga dari sini ke terminal Landungsari karena biasanya kalian akan ditarif lebih, bilang saja ke tujuan dengan gaya “sudah biasa naik” lalu kasih aja Rp. 5.000,-.

Oke kalian sudah tiba di Terminal Landungsari, lanjut menuju terminal Batu yang terletak di depan pasar Batu. Naiklah Angkot yang warnanya UNGU tarifnya sekitar Rp. 5.000,- (tetap dengan tips diatas) dengan waktu tempuh ± 30 menit. Sudah deh, sampai di kota Batu. Selanjutnya adalah...

Dari Kota Malang Menuju Kota Batu


Jarak Malang ke Batu adalah sekitar 18 Km. Rata-rata durasi perjalanan kalau menggunakan kendaraan pribadi kurang lebih 30 menit sampai 1 jam perjalanan, tergantung waktu dan kondisi jalanan.

Buat kalian yang menggunakan kereta dan tiba di stasiun kota Malang, jarak dari stasiun malang ke kota batu sekitar 18,5 Km.
Nah, pertama harus naik angkot ke arah terminal Landungsari, dengan menggunakan angkot ADL (Arjosari-Dinoyo-Landungsari) atau AL (Arjosari-Landungsari). Tarif angkot dari stasiun kota Malang ke terminal Landungsari sekitar Rp. 4.000,- dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Setibanya di Terminal Landungsari, langsung menuju arah terminal Batu dengan angkot lagi yang berwarna UNGU, ongkosnya sekitar Rp. 5.000. Kira-kira 30 menit waktu perjalanannya, kalau tidak macet.

Begitulah transportasi umum dari stasiun Malang ke Batu.

Lha, kalau dari terminal Arjosari piye om? woh iya, sudah saya tulis di atas bos. Scroll up atau klik disini.
 

Bandara Abdurrahman Saleh, Malang Menuju Kota Batu


Kalau kalian yang naik pesawat dan turun di Bandara Abdurahman Saleh, Malang cara satu-satunya ialah naik Taxi Bandara Garuda karena tidak ada trayek angkot ke bandara yang berada di luar kota Malang.

Untuk menghemat biaya, sebaiknya anda menuju terminal Arjosari, Malang saja dengan tarif Rp. 50.000,- s/d 60.000,-. Selanjutnya anda tinggal melanjutkan perjalanan menggunakan angkot ke terminal Landungsari lalu ke terminal Batu. Sebenarnya dari bandara, taksi ini juga melayani trayek ke kota Batu dengan tarif sekitar Rp. 80.000,- s/d Rp. 100.000,-.

Bumiaji, kota Batu
Suasana di jalan di daerah Bumiaji, kota Batu dengan latar gunung Panderman.

Buat kalian yang nggak mau ribet, bisa pesan ojek online seperti GO-JEK atau GRAB dari Kota Malang ke Batu. Tarifnya mulai dari Rp. 25.000,- sampai Rp. 35.000,- dengan catatan, lokasi penjemputan dengan tujuan tidak lebih dari 25 Km dan usahakan lokasi penjemputannya jangan di dekat area terminal, stasiun dan bandara yaaa. Sampai di Batu nanti pun juga bisa kok pakai jasa ojek online ini.

Setelah tiba di terminal Batu tinggal melanjutkan tujuan yang kalian ingin. Disini banyak tersedia angkot ke berbagai wilayah, yang penting jangan lupa jam operasionalnya yakni mulai dari pukul 05.00 - 19.00 WIB.

Angkot dari Terminal Batu ke Lokasi Wisata Favorit

Berikut di bawah cara menuju beberapa tempat wisata favorit di Kota Batu menggunakan Angkot dari Terminal Batu:
1. Museum Angkut
  • Angkot BSS (Batu-Selecta-Sumber Brantas-Jurangkuali) warna merah jingga
2. Museum Satwa
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Junrejo/Jeding) warna kuning muda
3. Batu Night Spectacular
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Junrejo/Jeding) warna kuning muda
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Tlekung) warna kuning muda
4. Batu Secret Zoo
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Junrejo/Jeding) warna kuning muda
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Tlekung) warna kuning muda
5. Jatim Park 2
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Junrejo/Jeding) warna kuning muda
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Tlekung) warna kuning muda
Angkot terminal kota Batu
Angkot ngetem di terminal kota Batu dari berbagai trayek/jurusan. Sumber: Google Street View

6. Jatim Park 3
  • Angkot BL (Batu-Landungsari) warna ungu muda
  • Angkot BTL (Batu-Torongrejo-Landungsari) warna ungu tua
7. Alun-alun Batu
  • Angkot BB (Batu-Bumiaji) warna merah jambu garis hijau
  • Angkot BS kode A (Batu-Songgoriti) warna hijau
8. Batos / Batu Town Square
  • Angkot BTL (Batu-Torongrejo-Landungsari) warna ungu tua
9. Songgoriti
  • Angkot BS kode A (Batu-Songgoriti) warna hijau
  • Angkot BS kode B (Batu-Songgoriti) warna hijau
10. Selecta dan Wisata Petik Apel
  • Angkot BSS (Batu-Selecta-Sumber Brantas-Jurangkuali) warna merah jingga

Harga atau tarif angkot di kota Batu, untuk jarak jauh sekitar Rp. 5.000,- dan jarak dekat Rp. 4.000,-. Kecuali trayek jauh seperti angkot BSS, harganya di atas Rp. 5000,-. Trayek atau jurusan angkot dari terminal Batu lebih lengkap silahkan baca disini.

Baiklah, sekian dulu postingan kali ini. Jangan lupa bawa jaket nanti saat berkunjung ke “Swiss Kecil di Pulau Jawa” ini. Jangan lupa share ke teman-teman kalian dan semoga bermanfaat. Wassalam!

DISCLAIMER: Data-data angkutan publik yang penulis kumpulkan berasal dari pengalaman pribadi dan dari sumber yang relevan. Perubahan, seperti tarif atau harga bisa berubah tergantung yang punya PO. hehe

Transportasi Murah ala Backpacker - Pergi dari Bali Menuju Lombok

Ketika pulau Bali kebanjiran pelancong Indonesia dan asing, pulau kembarannya yaitu Lombok menjadi tempat melipir untuk menghindari keramaian yang super asuhay!

Biasanya berlaku pada para wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata utama di Bali, seperti Pantai di kawasan Kuta dan sekitarnya, ndelok sawah di Ubud, Bedugul dan seterusnya.

Bukannya enjoy dengan suasana, malah umpek-umpekan ra karuan.
Klik link di bawah ini untuk lompat baca ke:
Pelabuhan Lembar Lombok Nusa Tenggara Barat pagi hari
Awal pagi di perairan Lombok sebelum sandar di pelabuhan Lembar

Saya mengunjungi pulau besar paling barat provinsi Nusa Tenggara Barat ini, tak lain dan tak bukan adalah urusan permanukan.

Sebanyak dua kali kunjungan di tahun 2016 (bulan Agustus dan Oktober) kemarin, Kaya? Tunggu jangan berprasangka baik dulu, tapi tak amini sik wae. Aamiin!!!

Cukup mahal memang harga tiket pesawat dari bandara Juanda, Surabaya ke bandara internasional Lombok Praya.

Dengan kisaran 400.000 - 1.000.000,- rupiah untuk sekali mabur tanpa transit. Hitung sendiri kalau dua kali kunjungan, 4 kali mabur. Tekor bok!

Nah, kali kedua kemarin saya bersama rombongan memakai moda transportasi darat dan laut.

Sebanyak 6 orang berjubel dalam satu mobil berangkat dari Malang singgah di taman nasional Baluran, lanjut ke pelabuhan Ketapang untuk nyebrang ke Bali lalu pancal gas lagi ke selatan di pulau Serangan, malam hari sudah di pelabuhan Padang Bai untuk naik ferry menyebrangi selat Lombok.

Kapal ferry padangbai - lembar
Kapal Ferry yang bersandar di pelabuhan Lembar, Lombok

Kita patungan untuk BBM dan tiket kapal ferry Ketapang-Gilimanuk.

Selanjutnya mobil kita tinggal di parkiran pelabuhan, karena ongkos tiket penumpang dengan kendaraan yakni mobil lumayan mahal.

Hargat Tiket dan Jadwal Penyeberangan Kapal Ferry Pelabuhan Padang Bai - Lembar

Bagi anda yang merencanakan liburan di Bali dan Lombok, tak ada salahnya mencoba menggunakan kapal ferry.

Selain mendapat pengalaman yang sudah saya uraikan di atas, cocok bagi anda para backpacker untuk menekan harga pengeluaran liburan di Lombok nantinya.

Berikut tabel harga tiket kapal pelabuhan Padang Bai, Bali - Lembar, Lombok:

No. Kategori Penumpang Harga (Rp.)
A Tanpa Kendaraan
1. Dewasa 46.000,-
2. Anak-anak 29.000,-
B Dengan Kendaraan
3. Golongan I - Sepeda 62.000,-
4. Golongan II - Sepeda Motor (<500CC) 129.000,-
5. Golongan III - Sepeda Motor (>=500CC) 250.000,-
6. Golongan IVa - Mobil/Sedan (<=5m) 917.000,-
7. Golongan IVb - Mobil Barang (<=5m) 827.000,-
8. Golongan Va - Bis Sedang (<=7m) 1.780.000,-
9. Golongan Vb - Truk Sedang (<=7m) 1.460.000,-
10. Golongan VIa - Bis Besar (<=10m) 3.010.000,-
11. Golongan VIb - Truk Besar (<=10m) 2.398.000,-
12. Golongan VII - Truk Trailer (<=12m) 3.060.000,-
13. Golongan VIII - Truk Trailer (<=16m) 4.538.000,-
14. Golongan IX - Truk Trailer (>16m) 6.830.000,-

Sumber di atas saya ambil dari situs resmi PT. ASDP Indonesia Ferry.

Dari website tersebut, anda bisa memeriksa jadwal penyeberangan, harga tiket, dan informasi terkait transportasi laut via kapal ferry dari berbagai daerah di Indonesia.

Simpan atau bookmark websitenya!

Selama 24 jam, penyeberangan beroperasi dengan jadwal keberangkatan kapal per satu jam.

Dari Bali ke Lombok, kurang lebih 4 jam waktu yang di butuhkan atau sejauh 360 Km untuk menyeberangi selat Lombok, saya sarankan untuk menyeberang pada malam hari. Kenapa?

Karena selain bisa memanfaatkan waktu perjalanan laut untuk istirahat di ruang tunggu kapal, anda bisa mulai menikmati wisata di Lombok dari awal.

Tepatnya, ketika kapal akan bersandar saat pagi hari.

Cobalah keluar ke dek kapal, anda akan melihat lanskap pulau Lombok sisi barat-laut, pantai, kabut pagi ditambah matahari yang muncul di ufuk timur perlahan mewarnai kuning emas segala penjuru.

Pastikan berkunjung di musim yang tepat he he. Berikut video singkat saat kami mendekati dan bersandar di Lembar:


Transportasi Dari Sekitar Denpasar - Pelabuhan Padang Bai

Akses kendaraan untuk mencapai pelabuhan Padangbai dari Bali, anda bisa menggunakan kendaraan umum yaitu mini-bus via Terminal Ubung, Denpasar.

Tarif berkisar dari Rp. 40.000,- s/d. Rp. 60.000,- (Sumber: https://www.bloggerlampung.com/).

Banyak juga yang merekomendasikan menggunakan shuttle bus dari Perama Tour & Travel untuk mengantarkan anda dari sekitar kota Denpasar ke pelabuhan Padang Bai dengan harga Rp. 75.000,- untuk menempuh jarak sekitar 45 Km atau lama perjalanan sekitar 1 jam 30 menit hingga 2 jam.

Jadwal keberangkatan shuttle bus antara lain:
  • 06.00 WITA
  • 07.00 WITA
  • 10.00 WITA
  • 13.30 WITA
Selain yang di atas perusahaan tour dan travel ini juga menyediakan trayek ke berbagai lokasi di daerah Bali dan Lombok, paket wisata harian, dan untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi websitenya disini.

Terima kasih sudah bersedia membaca cerita pengalaman saya ini, semoga bermanfaat.

Mohon maaf jika merepotkan lagi untuk di bagikan ke rekan, saudara, sanak-famili, pacar, teman disebelah dan lain sebagainya.

Wassalam!

Tempat Makan Enak Murah Halal di Bandara Ngurah Rai

Tahun kemarin saya cukup sering mengunjungi daerah timur Indonesia seperti Papua Barat, Sumba dan Sumbawa. Menggunakan moda transportasi udara, dua daerah terakhir seringkali membuat saya transit di bandara Ngurah Rai, Bali.


Setiap perjalanan jarak jauh sering kali saya kurang persiapan, terutama perbekalan alias ransum perjalanan. Memang meringankan beban tas dan barang bawaan, tetapi konsekuensinya adalah lapar. Apalagi saya jarang sarapan, lengkap sudah!

Tempat makan murah "Waroeng Jawa" di Bandara Ngurah Rai, Bali
Tempat makan murah "Waroeng Jawa" di Bandara Ngurah Rai, Bali. Sumber Google Map

Waktu saya ke Sumba, setelah terbang dari Surabaya pesawat yang saya tumpangi singgah di bandara Ngurah Rai selama kurang lebih 2 jam, sebelum melanjutkan penerbangan ke Sumba. Pas sekali waktu makan siang dan mulut kecut ingin ngopi dan rokokan. Akhirnya saya dan rombongan mencari tempat makan di areal bandara.

Untuk kami yang berkantong cekak dan kere hore, tidak mungkin memilih Starbucks sebagai tempat pilihan ngopi itu sama saja seperti mempercepat laju kemiskinan. Pun juga memilih tempat makan yang berada di dalam gedung bandara pastinya akan ribet juga kalau mau rokokan. Bermodalkan informasi dari petugas, kami diberi tahu mengenai warung makan murah di dekat tempat parkir bandara.

Suasana di Warung Jawa Bandara Ngurah Rai, Bali
Suasana di Warung Jawa Bandara Ngurah Rai, Bali

Jaraknya sekitar 300 meter ke arah utara dari pintu kedatangan terminal domestik. Begitu tiba disana benar saja pengunjungnya rata-rata adalah sopir dan pelancong bergenre kere hore seperti kami. Asap rokok mengepul bebas keluar masuk mulut pengunjung warung tersebut, cocok! Pucuk dicinta ulam naga panjangnya... Saya dan dua teman saya langsung memesan 3 gelas kopi dan 3 piring nasi campur lauk ayam goreng. Selesai makan, kami menikmati kopi yang sudah tersedia dengan menyalakan api perdamaian. Ssseeeessshhhh buuuullll!!!

Menu Makanan

Menu masakan yang disajikan disini sesuai dengan nama warungnya “Waroeng Jawa” antara lain nasi campur dengan berbagai lauk, soto, dan pecel. Selain itu juga ada roti, buah pisang, gorengan, kerupuk, keripik dan peyek. Untuk minuman ada softdrink dan minuman dingin di kulkas tersedia juga kopi, teh, jeruk, susu dan air mineral.

Tag line warung ini yang tertera adalah “Asli, Enak, Halal” cocok bagi anda terutama muslim/muslimah yang kadang worried kalau mencari makanan halal di Bali. Kategori murah memang relatif, disini saya makan bertiga menghabiskan kurang dari Rp. 100.000,- sudah termasuk kopi, 2 botol air mineral dan kerupuk.

Tersedia minuman dingin di Warung Jawa Bandara Ngurah Rai, Bali.
Tersedia minuman dingin di Warung Jawa Bandara Ngurah Rai, Bali.

Peta Lokasi

Jika anda berada di terminal domestik, dari pintu kedatangan silahkan lurus ke arah utara sejalan ke tempat parkir lalu belok ke kanan (barat) langsung belok kiri lagi, tempatnya di sebelah kanan (timur) anda. Warung ini berseberangan dengan Alfamart sehingga cukup mudah di temukan.

Jika ada dari pintu keberangkatan, berjalanlah ke arah timur sampai pintu kedatangan lalu belok ke arah kiri (utara) lalu ikuti jalur yang sama dengan yang saya tulis di paragraf di atas. Berikut peta untuk memudahkan anda di bawah ini.



Silahkan klik simbolpada peta untuk melihat informasi lengkap.



Atau silahkan klik link google maps disini.

Sekian info mengenai tempat makan murah di bandara Ngurah Rai, Bali. Selamat menikmati jika anda berhasil tiba disana. Semoga bermanfaat dan kita menjadi manusia yang hemat pangkal pandai. Wassalam!

9 Tempat Wisata Pacitan dalam 1 Hari !!!

Tulisan ini ditujukan untuk anda yang sedang atau berencana pergi ke tempat wisata di Pacitan dengan waktu efektif berlibur hanya 1 hari 1 malam penuh untuk menikmati suasana serta kekhasan tanah air kecilku ini.

9 lokasi dalam sehari??? Emang bisa??? Ugal-ugalan tenan.

Nah, BISA! Bahkan lebih, saya tambah bonus di bawah dengan catatan anda harus siap dengan kondisi tubuh yang prima lalu sebisa mungkin membawa atau menyewa kendaraan sendiri, bisa sepeda motor atau mobil. Lalu, waktu yang dihabiskan di setiap lokasi adalah 1 jam 30 menit hingga 2 jam paling lama.

bukit di pacitan
Pagi di salah satu bukit di Pacitan, kota dan teluk Pacitan terlihat dari sini.

Walau berpredikat kota 1001 Gua, tapi di postingan ini tidak akan mengunjungi gua yang ada di kabupaten ini. Mungkin di lain tulisan akan saya buat ya!

Petunjuk atau rute perjalanan ke setiap lokasi bisa klik disini, dengan syarat ada aplikasi Google Maps di ponsel anda.

Jika space memory hape anda hampir penuh, saya sediakan link ke Google Maps di masing-masing destinasi. Anda juga bisa download file .kml yang bisa di export ke aplikasi Google My Maps lewat desktop atau laptop yang bisa di sinkronkan dengan Google Maps.



Download file .kml peta silahkan klik disini.

Jika mengikuti tulisan ini, anda akan mengunjungi wisata bukit, pantai, kuliner, dan misteri serta sejarah. Penasaran? Yuk kita langsung saja ke destinasi wisata di Pacitan:

Sunrise di Bukit Semar

Lokasi ini bernama bukit Semar yang terletak di desa Ponggok kecamatan Pacitan. Bisa di tempuh dari pusat kota Pacitan kurang lebih selama 20 menit (6,4 Km).

Bukit Semar spot menikmati sunrise di Pacitan
Suasana saat matahari terbit di bukit Semar, Pacitan.

Jelas anda harus bangun pagi. Sebaiknya mulai berangkat pukul 04.00 WIB sehingga saat di lokasi anda punya waktu untuk mencari tempat untuk menikmati matahari terbit, mempersiapkan setting-an kamera, ganti kostum (jika perlu) dan sebagainya.

Silahkan tunggu dan nikmati lansekap kota Pacitan dari ketinggian sejalan dengan naiknya matahari dari balik gunung Limo dan perbukitan di wilayah timur.

Di bulan Juli tahun kemarin saya cukup beruntung mendapati kabut pagi tebal yang menyelimuti bukit dan pedesaan di bawah, selain itu juga pas langitnya cerah. Hanya saja saya sedikit terlambat tiba disana.

Untuk melanjutkan ke destinasi selanjutnya, saya sarankan untuk beranjak dari lokasi ini pada pukul 06.00 WIB, atau mau tetap masih berlama-lama disini juga silahkan. Tapi bagi yang punya waktu sehari di Pacitan, monggo lanjut!

Soto Kebonagung

Setelah menikmati pagi di bukit yang biasanya dingin tentu (biasanya) lapar. Pemberhentian pertama adalah menikmati salah satu kuliner khas Pacitan. Sarapan dulu, tempat-tempat yang dikunjungi masih banyak.

Soto Kebonagung, Pacitan
Menu andalan di warung Marem Soto Ayam Kampung "Soto Kebonagung" .Foto: adasatu.com

Terletak di kecamatan Kebonagung tepat di depan kantor kecamatan, 7,8 Km tenggara dari pusat kota. Waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 30 menit dari Bukit Semar. Bernama warung "Marem Soto Ayam Kampung", tapi oleh kebanyakan orang lebih dikenal singkat dengan soto Kebonagung karena tempatnya berada di kecamatan Kebonagung.

Menikmati soto mangkuk besar bertabur ayam kampung goreng gurih ditambah kacang goreng, dan bagi saya yang khas itu adalah kecap gula aren Pacitannya plus sambel pedas serta jangan lupa juga kerupuk nasi yang ukurannya sebesar kipas, cukup untuk mengisi energi anda meneruskan perjalanan.

Sembari menunggu makanan turun ke perut anda bisa leyeh-leyeh sambil menikmati pemandangan terasering sawah di seberang warung tepat di belakang kantor kecamatan.

Jangan sampai ngantuk dan ketiduran, bayar dan lanjut!

Pantai Soge 

Selama kurang lebih 45 menit anda akan berkendara di Jalur Lintas Selatan (JLS) menuju pantai Soge. Hiburan di perjalanan adalah hutan pantai, sawah dan lanskap pantai selatan. Jangan lengah, tetap hati-hati berkendara.

Pemandangan pantai Soge dari Jalur Lintas Selatan, Pacitan
Panorama pantai Soge dari pinggir Jalur Lintas Selatan. Foto: @fajrima

Menjelang tiba, anda akan melewati turunan lalu perlahan-lahan di sebelah kanan anda akan terlihat jelas samudera Hindia dan pantai Soge di depan anda. Biasanya kebanyakan orang akan berhenti di tepi jalan sebelah kanan atau selatan untuk mmengambil gambar seluruh lanskap pantai Soge. Cobalah dan hati-hati ketika menyeberang.

Semenjak dibukanya JLS yang menghubungkan dengan kabupaten Trenggalek, pantai ini menjadi semakin ramai dikunjungi wisatawan dan mulai banyak warung-warung makan di kiri-kanan jalan. Mungkin yang tidak sempat sarapan atau pantang makan soto ayam kampung, bisa sarapan di sekitar pantai ini.

Puas menikmati panorama pantai ini mari lanjut lagi. Ada sebuah jembatan (katanya) khas yang ramai orang nongkrong dan berswafoto tiap pagi dan sore di akhir minggu. Anda akan melewatinya untuk menuju ke tempat selanjutnya, singgah sebentar jepret dan berlalu.

Jembatan Soge, Pacitan
Pemandangan laguna pantai Soge dari jembatan Soge. Foto: @arudewangga

Pantai Taman

15 menit berkendara ke arah timur anda akan tiba di pantai Taman, desa Hadiwarno kecamatan Ngadirojo. Di lokasi ini ada tempat penangkaran penyu dan Flying Fox terpanjang se Indonesia Raya.

Pantai selatan pulau Jawa merupakan salah satu tempat bertelur untuk Penyu. Sepanjang garis pantai selatan Jawa, pantai Taman ternyata juga di jadikan lokasi bertelur bagi penyu, terutama jenis Penyu Hijau Chelonia mydas, Penyu Sisik Eretmochelys imbricata, Penyu Lekang Lepidochelys olivacea dan Penyu belimbing Dermochelys coriacea. 

Warga mendirikan tempat penangkaran untuk memindahkan telur yang ada di pantai ke tempat penetasan untuk meningkatkan keberhasilan telur menetas yang selanjutnya tukik penyu akan dilepaskan kembali ke laut. Jika beruntung anda bisa melihat dan ikut melepaskan penyu.

Flying fox di Pantai Taman, Pacitan
Flying fox dengan jalur terpanjang di Indonesia ada di pantai Taman, Pacitan .Foto: @erviandyugianata

Adrenalin anda mungkin akan terpacu meluncur sejauh hampir setengah kilometer (tepatnya 415 meter) dari tebing sebelah barat setinggi 74 meter dengan kecepatan meluncur 50 Km/jam, waktu ditempuh rata-rata 30 detik. Bagi anda yang mempunyai berat badan berlebih, tidak usah khawatir. Alat yang digunakan aman dan kuat, mampu menahan beban hingga 2,5 ton.

Pantai Pidakan

Masih mengikuti panduan ini? Maka kemungkinan anda tiba di pantai ini saat siang hari, Kala erik dan panasnya matahari. Pohon-pohon kelapa nan banyak juga tinggi-tinggi cukup untuk menghalau dan menaungi anda. Tak perlu kuatir gosong.

Bagi yang sering ke pantai dengan dasar pasir, anda akan menemukan hal baru di pantai Pidakan yang dasar pantainya berupa batu berukuran 15cm an didominasi warna putih. Apik wis!

Pantai Pidakan, Pacitan
Dasar pantai berupa batu krakal bulat adalah salah satu keunikan dari pantai Pidakan, Pacitan

Berlokasi di desa Jetak kecamatan Tulakan, di sebelah barat dari pantai Soge. Garis pantainya pun relatif datar dan panjang, dipadu dengan rindang pohon di sekitarnya membuat pantai ini terlihat masih alami.

Warung Makan Bu Gandhos

Berwisata ke daerah pesisir kurang afdhol rasanya kalau tidak mencicip makanan dari hasil lautnya.

Nah, untuk makan siang saya sarankan mencoba masakan kuliner laut di dekat pelabuhan dan tempat pelelangan ikan Pacitan.

Menu makanan di warung makan Sari Laut bu Gandos, Pacitan
Menu makanan di warung makan Sari Laut bu Gandos, Pacitan. Foto: Tripadvisor

Dari lokasi sebelumnya anda membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1 jam lebih 15 menit, menempuh jarak sekitar 27 Km. Lumayan lama, tapi anda akan terpuaskan dengan hidangan ikan segar dari perairan laut Pacitan. Pesanlah nasi thiwul dan sambel bawang sebagai pelengkapnya serta es kelapa muda. Maknyus top markotop

Pemandangan dari warung makan bu Gandhos juga tak kalah memanjakan mata, sambil menyantap makanan anda bisa melihat teluk Pacitan dari sini serta kesibukan nelayan di pelabuhan.

Monumen Cinta

Selanjutnya mengunjungi sebuah kuburan bernama Monumen Cinta. Ada sebuah kuburan tepatnya Mausoleum bernuansa Eropa di kompleks pemakaman Kucur desa Sidoarjo kecamatan Pacitan. Entah kenapa ketika saya mencari lokasi tersebut di Google Maps kok bernama Monumen Cinta.

Monumen cinta pacitan
Mausoleum bergaya Eropa di kompleks pemakaman Kucur desa Sidoarjo kecamatan Pacitan

Ternyata ada sebuah cerita tentang kisah percintaan dari almarhum yang bersemayam di kuburan tersebut. Dia adalah Djamiyah, seorang gadis Jawa yang menurut sumber dan cerita orang lokal bersuamikan (masih dugaan) tuan tanah dari Belanda yang bekerja di sekitaran Madiun pada masa kolonialisme.

Si suami membuatkan kuburan khusus, serta di makam tersebut dituliskan puisi cinta untuk almarhum menggunakan sandi Vigenere Klasik yang diperkirakan digunakan pertama kali oleh Julius Caesar dan cukup populer pada awal abad ke 19.

sandi Vigenere Klasik di Monumen Cinta, Pacitan
Sandi Vigenere Klasik tertulis di makam Djamiyah.

Banyak misteri yang belum tersingkap dari makam ini, terutama tentang siapa suami dari almarhum Djamiyah yang bersemayam di makam tersebut. Selengkapnya anda bisa baca cerita tersebut disini.

Pancer Door

Merupakan bagian dari teluk Pacitan di bagian sisi timur dekat dengan muara sungai Grindulu. Lokasi melihat sunset favorit saya ketika pulang kampung. Berada di selatan pusat kota sekitar 6 Kilometer, dari lokasi sebelumnya sekitar 15 menit.

Dari sini tidak akan terlihat matahari tenggelam di laut, melainkan di bukit sebelah barat yang seperti membentengi kota Pacitan. Tapi suasana dan pemandangannya tak kalah deh dari tempat sunset populer yang lain.

Seorang peselancar yang akan memulai bermain ombak di pancer Door, Pacitan.

Bagi wisatawan manca negara khususnya peselancar, Pancer Door cukup dikenal dan anda bisa melihat peselancar dari luar dan dalam negeri "mengendarai" ombak dengan papan selancarnya.

Setiap sore hari, pasti akan ramai dengan pengunjung, khususnya warga lokal untuk sekedar jalan-jalan bersama keluarga, mengantar anak bermain di pantai, pacaran atau ngopi di warung terdekat.

Event surfing skala nasional bahkan internasional cukup sering dihelat disini, contohnya Hello Pacitan pada Agustus 2016 merupakan rangkaian dari kompetisi berskala internasional pada kontes tahapan kelima dalam Asian Surfing Championships (ASC) 2016 untuk grade 2 divisi pria dan grade 1 divisi wanita. Surfer-surfer terbaik di Asia bersaing menjadi yang terbaik di salah satu spotsurfing terbaik di Jawa Timur itu.

Makan dan Menikmati Malam

Silahkan kembali ke penginapan untuk mandi dan ganti baju, lalu saatnya makan malam dan nongkrong menikmati malam di kabupaten paling barat Jawa Timur ini. Menu untuk malam saya sarankan untuk mencoba Sego Gobyos di dekat perempatan penceng. Ini cocok bagi anda yang doyan dengan makanan pedas. Babat, usus, daging ayam, ikan laut, telur semuanya dengan kuah santan ditambah kuah sambal pedas akan membuat malam anda kemringet bin gobyos. Huhaah!

Untuk harga satu porsi di warung Sego Gobyos tergolong terjangkau, mulai dari Rp7.000/porsi hingga Rp15.000/porsi.

Kalau tidak cocok dengan makanan pedas anda bisa mencoba warung dengan makanan khas nasi urap, kikil, dan soto khas Pacitan di Warung Makan Sugiati yang terletak di jalan Pacitan-Tulakan desa Menadi kecamatan Pacitan.

Usai makan, jika anda pecinta kopi single originan bisa mencoba ke kedai Mik Kopi 10 menit dari terminal bus Pacitan. Kopi dari daerah-daerah Nusantara juga kopi lokal dengan harga yang sangat terjangkau bisa anda nikmati. Secangkir kopi tubruk dibandrol dengan harga 9.000 rupiah.

Suka dengan keramaian, monggo ke alun-alun Pacitan. Berjejer puluhan kaki lima bisa anda coba untuk menghabiskan malam. Saya sarankan untuk mencoba Warung Tanlun mbah Geger dengan menu andalan jadah bakar di adu dengan gula pasir atau tahu bakar dengan sambel kecap.

***


Selesai sudah daftar lokasi-lokasi wisata di Pacitan dalam satu hari. Sekali lagi saya tuliskan ini adalah trip ugal-ugalan! Tapi ya ndak apa kalau ndelalah sampeyan ternyata ke Pacitan dan hanya punya satu hari yang bisa dimanfaatkan untuk dolan dengan mengunjungi banyak lokasi. Mungkin tulisan saya ini bisa dipraktekkan.

Berani coba? Segera rencakan untuk berlibur ke Pacitan. Selamat mencoba dan berlibur!Jangan lupa share ya...!!! :)


Contact Form

Name

Email *

Message *