Rekomendasi 1 Tempat Makan Murah di Kota Sungai Penuh, Jambi!

Saat bepergian wisata atau traveling ke suatu lokasi baru yang sangat ingin dikunjungi dalam waktu yang cukup lama, manajemen budget traveling tentu akan sangat diperhatikan.
Tentunya bagi saya atau teman-teman yang belum mendapat julukan duit nggak ada serinye.

Budget atau anggaran wisata itu antara lain biaya untuk penginapan, transportasi atau kendaraan, makan, tiket masuk kawasan wisata, oleh-oleh dan lain-lain.

Harus pandai mengatur anggaran tersebut agar kita enjoyed alias menikmati segala suasana liburan.
Saat ini, kita dimudahkan dengan banyaknya OTA singkatan dari Online Travel Agent seperti tiket.com, traveloka.com, pegipegi.com dan masih banyak lagi.

OTA ini menyediakan jasa booking hotel, tiket pesawat terbang, kereta api, bus bahkan sekarang ada yang bisa pesan tiket tempat wisata, carter atau sewa mobil dan mungkin ada hal lain ke depannya, misal pesan tiket antri Rumah Sakit. Hehe

Harga yang ditawarkannya pun bervariasi, tentu yang kita sorot adalah yang murmer alias murah meriah atau batas bawah. Wkwk 

Sudah murah, juga mudah dengan adanya aplikasi untuk gawai ponsel pintar selain website resminya.
Semua serba On the go, bisa dioperasikan kapanpun dimanapun.

Tempat makan murah di kota Sungai Penuh, Kerinci, Jambi
Tempat makan murah bernama Ampera Sakinah yang berada di dalam Kincai Plaza, Sungai Penuh, Kerinci, Jambi

Oke cukup basa-basinya, tulisan ini tidak akan membahas OTA lebih detail, kita akan masuk lebih spesifik dalam mengatur anggaran wisata di kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinci Jambi.

Khususnya anggaran untuk makan.

Saya pun hanya akan membahas atau merekomendasikan satu tempat makan saja yang saya ketahui, haha

Pertama kali saya mengunjungi kota Sungai Penuh adalah di akhir Oktober 2011 dalam rangka pengambilan data skripsi.

Bersama dua rekan saya, kami beruntung mendapat hibah penelitian dari Taman Nasional Kerinci Seblat yang bekerjama dengan Rufford Small Grant untuk melakukan penelitian dengan tema burung di area taman nasional.

Hibah yang diberikan adalah berupa uang penelitian sebesar Rp. 2.000.000,- per judul dan fasilitas penunjang penelitian lain dengan durasi waktu pengambilan data terakhir akhir Desember 2011.

Jadi kami ada waktu kurang lebih 2 bulan.

Terus terang, hanya rasa senang yang ada waktu judul yang kami ajukan diterima. Beberapa kendala baru terasa saat sudah tiba disana seperti tempat tinggal selama Oktober hingga Desember, transportasi, biaya hidup lain dengan anggaran dua juta rupiah per kepala tersebut.

Saat itu masih belum ada OTA semudah saat ini, sehingga kami benar-benar melakukannya secara manual. Berangkat naik bus selama 3 hari 3 malam dari Jogja menuju Bangko, Jambi. Lalu naik travel dari Bangko ke Sungai Penuh.

Tiba di Sungai Penuh malam hari, untunglah pihak TN menjemput kami lalu diinapkan di basecamp mitra mereka yaitu tempat LSM Monitoring Harimau Sumatera selama di Sungai Penuh, sedang di lapangan nanti kami bisa tinggal di tiap resort, camping atau tempat para petugas lapangan tinggal.

Selama di Sungai Penuh, ada satu tempat makan murah andalan yang biasa kami kunjungi, terutama untuk makan sarapan dan atau makan siang.

Rumah makan ini terletak di dalam kompleks kios Kincai Plaza lantai dua, yang bernama "AMPERA SAKINAH".

Alamat Rumah Makan Ampera Sakinah

Kincai Plaza sendiri terletak di pojok timur laut dari Lapangan Merdeka Kota Sungai Penuh dengan alamat Pasar Sungai Penuh, Kecamatan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, Jambi - 37111.

Suasana kios yang berukuran sekitar 6x3 meter ini memang cukup remang dan tak begitu ramai dibanding kios-kios yang ada di bagian bawah Kincai Plaza. Berikut peta lokasi Kincai Plaza di Google Map:



Menu dan Suasana Rumah Makan Ampera Sakinah 

Terdapat tempat duduk dan meja bagi pengunjung yang hendak makan di tempat.

Menu makanan utama adalah masakan khas minang dengan pilihan lauk antara lain: ayam goreng, ayam bakar, rendang, ikan laut goreng, telur, tempe-tahu dan lainnya.

Untuk harga murah sekali, dulu pas tahun 2011 harga satu porsi makanan adalah Rp. 6.000,- mau lauk tempe, telur,ikan atau ayam harganya tetap enam ribu rupiah.

Maka dari itu saya dan kawan-kawan setia jajan disana untuk sarapan dan makan siang, sangat membantu menekan pengeluaran anggaran belanja kami selama di Sungai Penuh.

Nah, di tahun 2016 kemarin saya ada kesempatan main ke Sungai Penuh lagi selama kurang lebih 5 hari.

Tentu dong, warung makan ini jadi rujukan lagi.

Ternyata saat itu, harga makanannya sudah naik menjadi Rp. 10.000,- per porsi.
Masih terbilang murahlah dibanding warung makan lain yang harga makanannya per porsi rata-rata Rp. 15.000,- s/d Rp. 18.000,-

Walau murah, cita rasa masakannya tetap enak. Bumbunya terasa cukup kuat, porsi nasi dan sayur mengenyangkan atau bisa saya katakana seperti makan masakan padang di Jawa dengan nasi satu setengah sayur ambil sendiri. Haha

Minuman yang tersedia disini sama dengan warung-warung yang lain, seperti teh, kopi, jeruk dan aneka minuman sachet.

Ketika siang pengunjungnya akan banyak, mulai dari pedagang pasar, karyawan kios, sopir angkot dan lain lain.

tempat makan murah ampera sakinah kincai plaza sungai penuh jambi
Suasana rumah makan Ampera Sakinah, Kincai Plaza, Sungai Penuh saat jam makan siang.
Kadang kami makan di tempat sekalian berbelanja kebutuhan penelitian di sekitar Kincai Plaza, atau juga bungkus untuk dimakan di basecamp.

Baiklah kawan-kawan pembaca, kiranya ini bisa saya rekomendasikan buat kawan-kawan yang sedang liburan atau ada urusan lain di Sungai Penuh jika sedang mencari tempat makan murah di sekitar kota Sungai Penuh.

Kalau dari teman-teman yang kebetulan membaca tulisan ini tahu ada tempat makan lain di Sungai Penuh yang lebih murah, atau perubahan harga di warung silahkan tulis di kolom komentar untuk memberi informasi kepada pengunjung lain blog ini.

Semoga bermanfaat, terima kasih dan wassalam!

Daftar Berbagai Macam Transportasi Umum ke Taman Nasional Baluran




Taman Nasional Baluran merupakan salah satu angkatan taman nasional pertama di Indonesia yang didirikan setelah kemerdekaan.

Terletak di daerah tapal kuda di pojok timur pulau Jawa. Tepatnya di kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Sebagian besar orang mengira kawasan konservasi ini berlokasi di kabupaten Banyuwangi. Padahal tidak.

Ingat ya, Situbondo bukan Banyuwangi.

Lokasi ini terkenal dengan keunikan iklim dan habitat yang kering dengan curah hujan lebih kecil dibanding daerah lain di pulau Jawa, lalu terdapat padang rumput luas sebagai icon dimana saat puncak kemarau rerumputan akan menguning.

Atas keunikannya tersebut, banyak orang menyematkan Baluran sebagai Africa van Java.

Transportasi umum menuju Baluran dari Surabaya, Malang, Jogja dan Bali
Bus adalah salah satu pilihan transportasi menuju taman nasional Baluran.
Selain padang rumput terdapat habitat lain seperti hutan musim, hutan hijau sepanjang tahun atau evergreen, hutan bakau, padang lamun dan seterusnya.

Bermacam-macam habitat ini juga sebanding dengan tingginya keanekaragaman satwa liar yang mendiami.

Taman Nasional Baluran didirikan untuk melindungi salah satu satwa prioritas yakni Banteng (Bos javanicus) yang sangat langka dijumpai.

Selain itu ada satwa berukuran besar seperti Rusa Timor, Ajag atau Anjing Hutan, Kerbau, Lutung Jawa, Monyet Ekor-panjang, Biawak, dan seterusnya.

Bagi saya wisata di Baluran itu lebih cocok untuk menikmati kehidupan satwa dan tanaman liarnya.

Cukup mudah untuk mengamatinya karena ukuran yang relatif besar dan cukup melimpah, tinggal kedatangan kita harus disesuaikan dengan musim yang tepat para satwa itu mudah dijumpai.

Berikut saya tuliskan akses atau transportasi dari berbagai kota untuk mencapai taman nasional Baluran.

Dari Jakarta ke Baluran

Anda bisa memilih 3 macam mode transportasi.

Pertama lewat udara menggunakan kapal terbang untuk mencapai bandara Juanda, Surabaya (SUB) atau Blimbingsari, Banyuwangi (BWX).
Dari kedua bandara tersebut anda tetap akan melanjutkan perjalanan lewat darat.
Jika anda mendarat di bandara Juanda, dilanjutkan naik bus Damri menuju Terminal Bungurasih lalu pilih bus jurusan Bali atau Banyuwangi via Situbondo.

Mintalah kepada pak kernet untuk turun di kantor balai besar TN Baluran yakni di Batangan.
Jika anda kehabisan bus jurusan di atas, bisa ngeteng dulu ke terminal Banyuangga, Probolinggo dilanjutkan bus jurusan Bali / Banyuwangi via Situbondo.

Jika anda memilih penerbangan Jakarta - Banyuwangi menggunakan maskapai Citilink atau Garuda Indonesia, setibanya di bandara Blimbingsari yang paling memungkinkan adalah carter atau sewa mobil di area bandara untuk langsung ke Baluran.
Selain bus, anda bisa melanjutkan menggunakan kereta api dari stasiun di Surabaya, lebih lengkapnya saya tulis di bawah ya.

Cara kedua adalah menggunakan kereta api.

Anda bisa memulai dari stasiun Pasar Senen atau Gambir menggunakan kereta sesuai jadwal dan harga sebagai berikut:

Kereta Api Pergi Tiba Durasi
Gaya Baru Malam Selatan 174 10:15 (Pasar Senen) 01:35 (Surabaya Gubeng) 15j 20m
Jayabaya 144 13:00 (Pasar Senen) 00:35 (Surabaya Gubeng) 11j 35m
Jayakarta Premium 7064 13:20 (Pasar Senen) 03:47 (Surabaya Gubeng) 14j 27m
Bangunkarta 56 15:00 (Gambir) 03:30 (Surabaya Gubeng) 12j 30m
Bima 44 16:30 (Gambir) 05:38 (Surabaya Gubeng) 13j 8m

Harga tiket bervariasi tergantung kelasnya mulai dari 104.000,- s/d 480.000,- rupiah.

Selanjutnya disambung dengan kereta di bawah ini, bagi anda yang tadi naik pesawat terbang dan landing di Juanda jika mau lanjut dengan kereta api juga bisa ikut daftar yang ada di tabel ini:

Kereta Api Pergi Tiba Durasi
Probowangi 213 04:25 (Surabaya Gubeng) 11:40 (Banyuwangi Baru) 7j 15m
Sri Tanjung 194 14:00 (Surabaya Gubeng) 20:50 (Banyuwangi Baru) 6j 50m
Mutiara Timur Pagi 87 09:00 (Surabaya Gubeng) 15:20 (Banyuwangi Baru) 6j 20m
Wijayakusuma 7092 00:30 (Surabaya Gubeng) 07:02 (Banyuwangi Baru) 6j 32m
Mutiara Timur Malam 89 22:00 (Surabaya Gubeng) 04:15 (Banyuwangi Baru) 6j 15m

Kisaran harga tiket sesuai kelas yaitu 56.000,- s/d 250.000,-

Nah, tinggal anda rajut sendiri pilihan kereta apinya disesuaikan jadwal di setiap stasiun.

Nanti, di setibanya di stasiun Banyuwangi Baru tinggal lanjut dengan angkot (Len) nomor 6 warna kuning bisa juga yang warna hijau ke terminal induk Sritanjung, Banyuwangi.

Lalu naik bus tujuan Situbondo atau Surabaya untuk mencapai taman nasional ini.

Selajutnya untuk cara yang ketiga.

Ini mungkin pilihan yang akan menguras stamina, yaitu menggunakan bus.

Ada pilihan langsung ke terminal Banyuwangi berangkat dari terminal Kampung Rambutan menggunakan PO. Gunung Harta dengan tarif Rp. 350.000,-.

Atau anda bisa ngebus ke Surabaya lalu oper bus jurusan Banyuwangi via Situbondo, detailnya saya tulis dibawah ya ;)

Dari Jogja ke Baluran

Terminal Giwangan adalah titik awal perjalanan dari Jogja menuju Baluran menggunakan bus jurusan Surabaya seperti PO. Mila, Eka, Sumber Selamat, Sugeng Rahayu dst. dengan kisaran harga tiket Rp. 57.000,- s/d Rp. 90.000,- berdasar kelasnya.

Jadwal bus Jogja - Surabaya yang paling banyak kelas ekonomi, yakni selama 24 jam berangkat tiap 15 menit.

Setibanya, oper bus jurusan Banyuwangi via Situbondo (PO. INDAH TRASINDO dan AKAS IV) dengan kisaran harga Rp. 80.000,- dan Rp. 100.000,-. Jadwalnya mulai dari jam 00:00 s/d 15:30 berangkat setiap 30 Menit dan dari jam16:30 s/d 23:25 berangkat setiap 1 Jam.

Kalau mau langsung, pilih bus jurusan Bali via Situbondo dan mintalah turun di Batangan TN Baluran.

Ada beberapa PO. bus yang bisa dipilih seperti Gunung Harta (berangkat sekitar jam 15:00 WIB), Safari Dharma Raya (jam 13:00 dan 16:00 WIB), Restu Mulya (jam14:00).

Jika terpaksa turun di terminal Banyuwangi, silahkan lanjutkan perjalanan menggunakan bus jurusan Probolinggo via Situbondo untuk turun di Baluran.

Satwa di taman nasional Baluran
Satwa di taman nasional Baluran salah satunya Rusa Timor mudah dijumpai di kubangan air saat musim kemarau.

Selanjutnya untuk kereta api, bisa memulai perjalanan dari stasiun Lempuyangan.

Kereta api kelas ekonomi Sritanjung yang berangkat pukul  07:00 WIB dengan kisaran harga Rp. 94.000,- tujuan akhir stasiun Banyuwangi Baru pada jam 20:50 WIB.

Ada juga kereta api kelas ekonomi-eksekutif Wijaya Kusuma 7092 berangkat dari stasiun Tugu pada pukul 18:16 WIB dan tiba esok paginya jam 07:02 WIB dengan harga Rp. 300.000 s/d Rp 410.000,-.

Lalu anda bisa meneruskan perjalanan seperti yang sudah saya tulis di atas.

Dari Surabaya ke Baluran

Surabaya merupakan pintu utama bagi anda yang berangkat dari Indonesia bagian barat seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Sumatera dan Kalimantan.

Di kota pahlawan ini menyediakan 2 moda transportasi darat yaitu Kereta Api dan Bus dan 1 moda transportasi udara pesawat terbang.

Kalau mau hemat biaya ke Baluran teman-teman bisa mencoba Bus dari Terminal Bungurasih atau Purabaya.

Silahkan pilih jurusan Banyuwangi atau Bali yang lewat Situbondo (sudah saya tulis di bagian bus Jogja Baluran). Nanti bilang ke kernet bus untuk turun di Kantor Balai Besar Taman Nasional Baluran di Batangan.

Jika kehabisan atau ketinggalan jurusan diatas, teman-teman bisa naik bus yang jurusan Probolinggo.

Silahkan turun di terminal Banyuangga lalu oper bus jurusan Banyuwangi via Situbondo selanjutnya teman-teman bisa turun di Baluran.

Bagi yang suka menggunakan kereta api, teman-teman bisa naik dari stasiun Wonokromo atau Gubeng.

Untuk mencapai Baluran kita harus menuju stasiun Banyuwangi Baru yang dekat dengan pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Kereta Api Pergi Tiba Durasi
Probowangi 213 04:25 (Surabaya Gubeng) 11:40 (Banyuwangi Baru) 7j 15m
Sri Tanjung 194 14:00 (Surabaya Gubeng) 20:50 (Banyuwangi Baru) 6j 50m
Mutiara Timur Pagi 87 09:00 (Surabaya Gubeng) 15:20 (Banyuwangi Baru) 6j 20m
Wijayakusuma 7092 00:30 (Surabaya Gubeng) 07:02 (Banyuwangi Baru) 6j 32m
Mutiara Timur Malam 89 22:00 (Surabaya Gubeng) 04:15 (Banyuwangi Baru) 6j 15m

Kisaran harga tiket sesuai kelas yaitu 56.000,- s/d 250.000,-


Dari stasiun Banyuwangi Baru anda naik angkot (Len) nomor 6 warna kuning bisa juga yang warna hijau ke terminal induk Sritanjung, Banyuwangi.

Lalu naik bus tujuan Situbondo atau Surabaya untuk mencapai taman nasional ini.

Ada dua maskapai yang melayani penerbangan Surabaya (Juanda) - Banyuwangi (Blimbingsari) yaitu Wings dan Citilink.

Dalam satu hari terdapat 2-3 penerbangan dengan harga tiket berkisar Rp.600.000-800.000 an.

Jadwal penerbangan pesawat Surabaya - Banyuwangi yaitu:

Maskapai Pergi Tiba Durasi
Wings 12:00 Surabaya (SUB) 12:50 Banyuwangi (BWX) 50m
Citilink 05:40 Surabaya (SUB) 07:00 Banyuwangi (BWX) 1j 20m
Citilink 08:50 Surabaya (SUB) 09:40 Banyuwangi (BWX) 50m

Setibanya di Blimbingsari pilihan untuk menuju Baluran hanya carter atau sewa mobil yang tersedia di Bandara Blimbingsari.

Dari Malang ke Baluran

Cukup mudah dan murah untuk ke Baluran dari Malang, dengan pilihan transportasi darat Bus dan Kereta api.

Untuk bus anda bisa berangkat dari terminal Arjosari lalu naik bus jurusan Probolinggo. Ini cara yang biasa saya lakukan untuk backpacker ke Baluran.

Daftar bus jurusan Malang - Probolinggo antara lain: Harapan Baru, Restu, Ladju, Akas, Jawa Indah Transindo, Dahlia Indah, Sandy Putra. Tarifnya berkisar dari Rp. 18.000,- s/d 30.000,-.

Jadwal bus Malang - Probolinggo mulai dari jam 05.00 hingga sekitar jam 22.00 WIB.

Nanti di terminal Banyuangga, Probolinggo oper bus jurusan Banyuwangi via Situbondo.

Tersedia di jalur V daftar bus antara lain Akas IV, Akas I, Kalisari, Mila Sejahtera, Akas NNR, Sandy Putra. Tarif berkisar  Rp. 40.000,-.

Ada juga yang tanpa perlu oper bus.

Dari terminal Arjosari pilih bus jurusan Denpasar, Bali via Situbondo seperti bus Santoso (berangkat jam 19:30 WIB) dan Malang Indah (berangkat jam 17:00 WIB) dengan tarif berkisar dari Rp. 80.000,- s/d Rp. 100.000,-.

Selanjutnya, jika naik kereta api bisa dimulai di stasiun Malang Kota, Malang dan Lawang dengan tujuan akhir stasiun Banyuwangi Baru seperti tabel di bawah ini:

Kereta Api Pergi Tiba Durasi
Tawang Alun 205 15:50 Malang Kota Lama 23:50 Banyuwangi Baru 8j
Tawang Alun 205 16:05 Malang 23:50 Banyuwangi Baru 7j 45m
Tawang Alun 205 16:32 Lawang 23:50 Banyuwangi Baru 7j 18m

Harga tiket kereta api Tawang Alun 205 ini berkisar Rp. 62.000,- saja.

Setibanya anda bisa menginap dulu di penginapan sekitar pelabuhan ketapang. Atau jika beruntung anda bisa dapat bus jurusan Surabaya lalu turun di Baluran.

Dari Bali ke Baluran

Jika menurut saya Surabaya merupakan pintu barat untuk mengakses Baluran, maka Bali adalah pintu untuk daerah timur.

Bagi anda yang sedang di Denpasar dan mau melanjutkan liburan ke Baluran, anda bisa menuju terminal Mengwi untuk naik Bus.

Jika anda berada di bandara Ngurah Rai silahkan naik ojek online menuju terminal Mengwi.

Terdapat berbagai macam bus menuju Jawa yang lewat taman nasional Baluran.

Cari bus jurusan Surabaya atau lainnya, yang penting via Situbondo antara lain PO. Sedya Mulya, Akas IV, Gunung Harta, dan Santoso.

Kapal Ferry Gilimanuk - Ketapang
Kapal Ferry dari Gilimanuk, Bali akan bersandar di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Atau anda bisa naik bus cukup berhenti di pelabuhan Ketapang lalu selanjutnya naik angkot ke terminal induk Sritanjung yang berada di utara stasiun, lalu naik bus jurusan Situbondo kota, Probolinggo, Surabaya dan turun di Baluran.

Anda minta saja ke kernetnya untuk turun di Batangan tempat kantor balai besar taman nasional Baluran.

KESIMPULAN:

Ada 3 check-point terdekat di yang harus anda capai tergantung tipe transportasi yang anda pilih untuk menuju taman nasional Baluran, antara lain:
  1. Terminal Banyuangga, Probolinggo
  2. Area pelabuhan Ketapang (Stasiun Banyuwangi Baru + terminal induk Sritanjung, Banyuwangi)
  3. Bandara Blimbingsari, Banyuwangi

Jadi seperti itu ya teman-teman berbagai pilihan moda transportasi dari berbagai kota di Indonesia untuk menuju Taman Nasional Baluran. Jika ada koreksi, komentar, pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar di bawah ya kawan.

Mudah-mudahan bermanfaat dan Terima Kasih!

Wassalam!.

Disclaimer: Ini bukan sponsored post, data dan informasi bisa berubah-ubah tergantung dengan perusahaan transportasi dan aturan pemerintah. Data didapatkan dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi penulis. 

Sumber: traveloka.com, tiket.com, jadwalbis.com, ariewitantra.com, expertofsomething.wordpress.com

Mengamati si Langka dan Terancam Punah: Jalak Putih Punggung-abu

Beberapa minggu yang lalu, saya pergi ke salah satu taman nasional yang ada di Jawa Timur.

Kunjungan saya adalah untuk pengamatan burung  dan melihat serta mengabadikan burung Puyuh-gonggong Biasa.

Bersama kawan saya, Heru Fitriyadi. Sekaligus kami bikin vlog pengamatan burung yang kalian bisa di bawah postingan ini.

Sebelum pergi ke lokasi burung Puyuh, kami sempatkan melihat burung-burung yang ada disekitar desa kawan saya tersebut.

Makanan Jalak Putih Punggung Abu di alam
Jalak Putih Punggung-abu dewasa sedang membawa makanan.
Kami berangkat jam 09.00 WIB mengendarai sepeda motor jadulnya Honda Prima.

Hanya beberapa jenis burung saja yang terlihat di sepanjang jalan. Terang saja, kami berangkat terlalu siang. haha!

Di lokasi tujuan pertama kami adalah padang rumput dengan pepohonan yang jarang.

Ratusan Rusa Timor sedang berteduh di bawah pohon menghindari terik matahari di penghujung musim penghujan.

Beberapa jantan Rusa Timor sudah mulai tumbuh tanduk, tanda kedewasaannya.

Dari punggung Rusa tersebut terlihat sekelabat burung berukuran Cucak Kutilang, turun ke permukaan tanah.

Selang beberapa saat burung tersebut bersuara “Krak krak krak” lalu terbang ke pucuk pohon kering di atas kawanan rusa tersebut.

Teropong saya arahkan untuk mengenali sosok tersebut.

Bentuk badannya ramping warna dominan putih, sayap hitam dan punggung abu-abu.

Kaki cukup jenjang warna kuning pudar, paruh meruncing warna kuning dan ada kulit disekitar mata berwarna kuning.

Tak lupa kamera yang kami bawa berhasil membidik dan mendapatkan beberapa foto burung tersebut.

Kawan saya sangat familiar dengan makhluk ini, ia berujar “Jalak Putih Blambangan mas!”

Luar biasa, kami berhasil melihat salah satu burung paling langka di Pulau Jawa.

Menurut informasi yang ada di dalam aplikasi BURUNGNESIA bernama Jalak Putih Blambangan / Black-backed Myna dengan nama ilmiah (Acridotheres tricolor).

Sebelumnya jenis ini masih menjadi salah satu anak-jenis atau ras dari Jalak Putih (Acridotheres melanopterus) bersama ras lain dari Jawa Barat dan Bali.

Lalu beberapa peneliti mengkaji ulang perbedaan ketiga ras tersebut dari morfologi, suara, sebaran dll.

Hingga diputuskan seluruh anak jenis Jalak Putih dipisah menjadi 3 jenis burung yang berbeda.

Jalak Putih Punggung-abu burung yang dilindungi

Seperti yang sudah saya tulis di atas, IUCN redlist pun menempatkan jenis ini ke dalam status Critically Endangered atau Kritis.

Kritis ini berarti hanya tersisa kurang dari atau sama dengan 250 individu dewasa di alam liar dengan daerah sebaran yang sempit dan tekanan atau ancaman yang tinggi terhadap populasi di habitatnya.

Ancaman utamanya adalah perburuan liar yang tak terkendali untuk dijadikan hewan peliharaan atau burung berkicau.

Sedang alih fungsi lahan menurut saya kurang begitu berpengaruh, karena burung ini sangat adaptif atau mampu hidup di berbagai macam habitat seperti padang rumput, lading, sawah, daerah pesisir, kawasan karst atau kapur dan lain sebagainya.

Di dalam PERMEN LHK No. 106 Tahun 2018 Acridotheres tricolor atau dalam peraturan ini bernama Jalak Putih Punggung-abu termasuk ke dalam hewan dilindungi.

Jadi, jika ada perburuan Jalak Putih Punggung-abu atau satwa dan tanaman dilindungi tanpa ijin pelaku bisa ngandang selama maksimal 2 tahun, yang masih diatur dalam UU No. 05 Tahun 1990.

Selain memiliki kicauan yang merdu dan digandrungi para kicau mania, burung ini merupakan pemakan buah, nektar bunga dan serangga.

Saat kami amati, Jalak Putih Punggung-abu memungut serangga yang ada disekitar dan tubuh Rusa Timor.

Bagi Rusa Timor tentu sangat berjasa dalam membersihkan kutu-kutu pengganggu dibadannya. Nah kalau burung ini terus-terusan diburu dan nantinya habis di alam, siapa dong yang mungutin kutu para Rusa?

Mengamati anakan Jalak Putih Punggung-abu di alam

Lama, kami mengamati burung ini ternyata dia sedang mengasuh 2 anakan di dalam sarang.

Terlihat dari makanan yang dia gigit diparuhnya, lalu dibawa terbang diantar ke lubang sarang tempat 2 anakan Jalak Putih Punggung-abu bersembunyi.

Seperti yang saya uraikan di awal berikut video vlog yang sudah saya buat bersama kawan saya:



Semoga kedua anakan tersebut segera dewasa dan survive serta menambah populasi Jalak Putih punggung-abu terus meningkat.

Salam lestari dan sekian!

Pengalaman Wisata Pengamatan Burung di TN Matalawa Sumba

Pulau berukuran hampir 2 kali pulau Bali, terletak paling selatan nusantara, berbukit serta memiliki panorama padang rumput super luas nan epic.

Kental nuansa tradisi dan budaya seperti yang mudah terlihat rumah adat uma mbatangu (rumah berpuncak), kain tenun, kubur batu, pasola, serta kepercayaan lokal bernama Marapu.

Masih bisa saksikan kekayaan negeri ini di tanah itu, ya Sumba!

Sudah setahun sejak kedua kaki saya menginjakkan kaki sekaligus semua indera merespon semua aksi lalu menyimpan sebagai ingatan dan pengalaman. ASUHAY sodara-sodara!!!

Di bulan Agustus 2018 tepatnya tanggal 05 s/d. 09 ada perlombaan kedua kalinya di pulau Sumba "Birding And Photo Competition TN MaTaLaWa".

Atau Lomba Pengamatan Burung dan Kompetisi Photo di dua taman nasional yang telah bergabung menjadi Taman Nasional Manupeu Tana Daru dan Laiwangi Wanggameti kembali menjadi tuan rumah dan penyelenggara kontes keker manuk paling timur di Indonesia raya.

pengamatan burung birding di Sumba
Memotret burung adalah salah satu kegiatan pengamatan burung di Sumba.
Sekali lagi, bulan Agustus adalah waktu yang tepat untuk datang ke Sumba.
Hampir tidak ada hujan, cocok buat anda kalau mau seharian mengeksplorasinya. Terus malam hari, siap-siap dengan jaket atau sarung anda untuk menahan hawa dingin yang lagi puncak-puncaknya.
Koin 500an, balsem dan tolak angin cocok buat yang gampang masuk angin.

Kembali ke memori otak yang katanya kosong dan hard-disk saya, melacak kenangan dan imaji untuk ditampilkan dalam coretan pertama saya ini tentang Sumba.

Burung-burung di Taman Nasional Matalawa, Pulau Sumba

Lomba pengamatan burung tahun 2017 kemarin, alhamdulillah saya bisa ikut.
Lokasinya ada di Bila kecamatan Praingkareha kabupaten Sumba Timur. Sekitar 5-6 jam perjalanan dari kota Waingapu.

Waktu itu, saya beserta rombongan diangkut menggunakan Oto. Sebuah truk yang dimodifikasi menjadi angkutan umum bahkan luar biasa umum.

Luar biasanya adalah anda bisa menjumpai manusia, babi, kuda, ayam, sepeda motor, beras, dan segala macam kebutuhan manusia dalam truk tersebut. Sungguh angkutan umum yang rohmatan lil alamin!.

Untung saja panitia sudah mencarter khusus untuk peserta lomba, walaupun harus berdesak-desakkan tapi tetap nikmat apalagi kalau samping kanan kiri cewek, iso mbathi tipis-tipis. he he

Selama 3 jam awal menuju Bila pantat yang terombang-ambing Oto tidak terasa karena pemandangannya silih berganti, berawal dengan nuansa kota di Jawa tahun 90-an awal, lalu pedesaan, padang rumput yang luas, dan bukit-lembah yang hhmmm!

Panitia pintar meramu acara, dalam perjalanan ke Bila kami mampir ke bukit Wairinding.

Pengamatan burung di awal pagi di bukit Laibola, Bila, Taman Nasional Matalawa, Sumba Timur.
Siapa yang nggak kenal nama tempat populer ini, ibarat kita mengucap Sumba hal pertama yang terlintas ya bukit ini. Ya nggak!?

Lalu sisa 2 jam perjalanan pemandangannya berganti, terutama saat hampir tiba di lokasi.

Hutan musim yang jarang ditemui di daratan rendah pulau Sumba.

Ndomblong bin mlongo selama di Bila. Lha terang saja, burung-burung disana sungguh mudah untuk ditemui, buanyak dan ting tlecek dimana-mana.

Saya keranjingan untuk memotret jenis per jenis.

Sungguh beda sekali kondisi kehidupan burung liarnya jika dibandingkan dengan Jawa, yang hampir habis dihajar oleh pemburu burung.

Julang Sumba, Cekakak Kalung-coklat, Kakak Tua Jambul Jingga, Paok La'us, Perkici Pelangi, Seriwang Nusatenggara gampang sekali untuk ditemui bahkan dipotret sekalipun.

Malam harinya pun tak sepi, dua burung hantu endemik atau khas yang hanya ada di pulau Sumba yakni Pungguk Wengi dan Pungguk Sumba tak mau absen untuk menemui saya dan kawan-kawan.
Untuk lebih lengkapnya silahkan tonton video di bawah ini:


Pagi hari paling enak adalah menikmati matahari terbit di bukit Laibola.

Dari tempat tersebut kemegahan hutan musim di Bila dengan kabut pagi menyelimuti lembah lalu burung-burung mulai aktif mencari tempat tengger untuk berjemur, jian epic tenan!

Pujian seperti tak habis saya ucapkan untuk gogrokan surga yang jatuh di bumi Sumba ini, kekaguman saya juga tertuju kepada penduduk desa Bila yang selaras dan harmonis dengan alam sekitarnya.

Semoga Tuhan selalu menjaga tempat ini dari tangan-tangan tamak dan perusak.

Balik lagi ke lomba pengamatan burung bulan Agustus mendatang.  

Eman-eman kalau dilewatkan, total hadiahnya sebesar Rp. 50.000.000,-.

Sekaligus, mumpung ada kegiatan yang difasilitasi oleh pihak taman nasional seperti transport ke lokasi, konsumsi selama acara, tenda untuk menginap dst. kan lumayan.

Lokasinya berada di Sumba Barat Daya yang masih berada di sekitar Taman Nasional Matalawa.

Mungkin kalau ada kesempatan akan saya tulis pengalaman selama mengikuti lomba pengamtan burung kedua di pulau nan eksotis, Sumba.

Sekian dan mudah mudahan bermanfaat.

Wassalam!

Contact Form

Name

Email *

Message *