8 Fakta Menarik Burung Anis sisik atau Anis macan

Hallo sobat manuk, tulisan kali ini akan membahas mengenai salah satu jenis burung penghuni lantai hutan Sumatra, Jawa, Bali, Lombok dan Sumbawa. Burung ini bernama Anis sisik atau dikenal juga dengan Anis macan atau Punglor macan.


Pada tulisan kali ini, kita akan membahas mengenai klasifikasi, ciri-ciri, persebaran, habitat, perilaku, makanan dan suara anis sisik atau anis macan yang pernah saya jumpai di alam dan dari berbagai sumber tentunya.


Burung Anis sisik / Anis macan
Burung Anis sisik Zoothera aurea. dok pribadi

Sebelumnya saya juga sudah pernah menulis mengenai jenis burung anis yang ada di Indonesia, namanya anis merah atau punglor. Teman-teman sekalian bisa cek di link berikut:


7 Fakta Unik Burung Anis Merah atau Punglor

Di bawah ini juga tersedia daftar isi untuk memudahkan teman-teman memilih topik bahasan anis sisik yang ingin diketahui



1. Klasifikasi Anis sisik

Merupakan salah satu dari 21 jenis burung anis yang ada di Indonesia. Taksonomi dari burung ini membingungkan, beberapa pakar memasukkan jenis yang ada di Indonesia ke dalam jenis Zoothera dauma. Ada pula yang menganggap sebagai Z. horsfieldi yang endemik Indonesia.


Nah, saya mengikuti taksonomi dari buku panduan lapangan burung-burung di Indonesia karya teman-teman Burungnesia. Nama ilmiah burung ini adalah Z. aurea atau dalam bahasa inggris disebut White's Thrush.


Berikut klasifikasi lengkapnya:


Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Passeriformes

Famili: Turdidae

Genus: Zoothera

Spesies: Zoothera aurea


2. Ciri-ciri atau identifikasi burung Anis sisik

Burung ini berukuran sedang dibandingkan dengan jenis Anis lainnya, panjang tubuhnya sekitar 24-28 cm. 


Ciri identifikasi burung Anis sisik
Ciri identifikasi burung Anis sisik. dok pribadi.

Ciri utama Anis sisik: Tubuh atas cokelat bercorak, kekang atau area antara mata dan pangkal paruh berwarna pucat, tenggorokan abu-abu, dada cokelat berangsur menjadi putih di perut dengan pola sisik tegas.

Paruh tebal panjang, hitam berpangkal bawah kekuningan, iris hitam, kaki kuning.


3. Perbedaan jantan dan betina Anis sisik

Secara kasat mata di lapangan, burung ini sulit dibedakan antara jantan dan betina. Dari berbagai sumber juga menyatakan bahwa jantan dan betina anis sisik itu sama secara morfologi.


4. Persebaran dan Habitat Anis sisik

Anis sisik yang ada di Indonesia merupakan 1 dari 6 sub-spesies atau ras yang diketahui. Ras horsfieldi dari Anis sisik ini memiliki sebaran di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok dan Sumbawa.


Habitat burung ini berada di hutan sekunder dataran rendah, perbukitan pada 900 hingga 2.800 meter di atas permukaan laut.


5. Perilaku

Burung ini hampir sebagian besar hidupnya dihabiskan di atas lantai hutan. Biasanya teramati sendiri mencari makan di lantai hutan dengan mendatangi pohon tumbang yang membusuk, seresah daun kering dan pinggiran aliran atau mata air serta pinggiran jalan yang membelah hutan.


6. Makanan Anis sisik

Makanan utama burung Anis macan ini adalah invertebrata seperti cacing, serangga beserta larvanya, siput, serta buah beri hutan.

Saya pernah mendapat foto burung ini saat makan buah beri hutan beberapa tahun yang lalu.


Makanan burung Anis sisik / Anis macan
Anis sisik makan buah beri hutan. dok pribadi.


7. Perkembangbiakan

Sedikit informasi yang diketahui dari perkembangbiakan anis sisik.

Beberapa catatan lama menyebutkan, burung ini berbiak pada bulan September - November (jawa). Sarang berbentuk mangkuk, pada percabangan 1-6 meter di atas permukaan tanah.

Telur biasanya 1-2 butir.


8. Suara Anis sisik

Dari sekian lama saya ketemu burung anis sisik ini, baru pertama kali saya dengar dia bersuara pada bulan November 2022 kemarin.

Suaranya lirih "cweet", lebih jelasnya silahkan dengarkan di video yang sudah saya buat di channel youtube saya di bawah ini. Jangan lupa like, komen dan subscribe ya teman-teman!




Oke, sekian tulisan saya mengenai klasifikasi, ciri-ciri, perbedaan jantan dan betina, persebaran dan habitat, perilaku, makanan, perkembangbiakan dan suara dari burung Anis sisik atau Anis macan.


Semoga bermanfaat!

Salam Manuk!


Sumber: 

  • https://birdsoftheworld.org/bow/species/scathr8/cur/introduction
  • Taufiqurrahman, I., P.G. Akbar, A.A. Purwanto, M. Untung, Z. Assiddiqi, M. Iqbal, W.K. Wibowo, F.N. Tirtaningtyas & D.A. Triana. 2022. Panduan lapangan burung-burung di Indonesia Seri 1: Sunda Besar. Birdpacker Indonesia-Interlude: Batu.

10 Fakta burung Puyuh gonggong jawa serta cara identifikasinya

Hallo sobat manuk, di tulisan kali ini saya akan membahas mengenai klasifikasi, ciri identifikasi, perbedaan jantan dan betina, habitat, makanan, kebiasaan dari burung Puyuh-gonggong Jawa.


burung puyuh gonggong jawa
Burung puyuh-gonggong jawa. dok pribadi

Burung puyuh-gonggong jawa ini menjadi tulisan pelengkap seri puyuh-gonggong yang ada di Jawa setelah sebelumnya saya pernah menulis mengenai Puyuh-gonggong biasa yang hanya ada di pegunungan ujung timur Jawa.


Untuk memudahkan, saya sediakan daftar isi untuk topik-topik yang ingin langsung dibaca. Cara identifikasi burung ini, bisa langsung pilih nomer 5.



1. Penemu burung Puyuh-gonggong jawa

Puyuh-gonggong jawa pertama kali ditemukan dan diperkenalkan kepada dunia ilmu pengetahuan yaitu pada tahun 1.789 oleh Johann Friedrich Gmelin seorang naturalis asal Jerman.


2. Klasifikasi Puyuh-gonggong jawa

Puyuh-gonggong jawa merupakan anggota dari kelompok burung non-passerine.

Burung ini berkerabat dekat dengan jenis burung ayam hutan, sempidan, merak, kuau dan jenis lainnya dalam keluarga Phasianidae. Berikut klasifikasi lengkapnya:


Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Galliformes

Famili: Phasianidae

Genus: Arborophila

Spesies: Arborophila javanica


Pertama kali dideskripsikan, burung ini masuk ke dalam genus Tetrao. Namun seiring perkembangan jaman dan teknologi, akhirnya diperbarui menjadi Arborophila.


Kata Arborophila berasal dari bahasa latin yaitu arbor, arboris yang berarti pohon dan philos yang berarti pohon. Sedangkan javanica merujuk pada pulau Jawa sebagai tempat hidupnya.


Bisa disimpulkan arti namanya, penyuka pohon dari tanah jawa. Arti nama ilmiahnya ini terkait dengan kebiasaannya. Bisa dilanjutkan di bagian bawah artikel ini.


3. Persebaran

Merupakan jenis endemik pulau Jawa, yang artinya secara alami burung ini tidak ada di pulau lain. Puyuh-gonggong jawa memiliki 3 sub-spesies atau ras, antara lain:

  • A.j. javanica: tersebar di jawa bagian barat.
  • A.j. bartelsi: tersebar di sebagian jawa bagian barat hingga tengah.
  • A.j. lawuana: tersebar di jawa timur hingga gunung Semeru. 


4. Habitat

Habitat burung puyuh-gonggong jawa yaitu di hutan diantara ketinggian 300 hingga 3.000 meter di atas permukaan laut. Cenderung lebih mudah dijumpai diantara 600 hingga 2.500 mdpl.


5. Ciri Identifikasi burung Puyuh-gonggong jawa

Ukuran: sedang (28 cm).


Ciri: Oranye kemerahan dan tanda hitam pada kepala dan tengkuk serta warna kehitaman pada kalung leher.

Dada, punggung dan ekor keabuan bergaris hitam. Sayap kecokelatan dengan garis-garis hitam dan berbintik. Bagian bawah cokelat kemerahan. Iris mata abu-abu, paruh hitam, kaki merah.


Perbedaan puyuh-gonggong jawa ras javanica dengan lawuana
Perbedaan puyuh-gonggong jawa ras javanica dengan lawuana. Dok. Matthew Kwan & Pribadi.

Ras bartelsi mirip ras utama, lawuana tengkuk berwarna hitam.


6. Perbedaan Puyuh-gonggong jawa Jantan dan Betina

Merupakan jenis monomorfis kelamin, yang berarti jantan dan betina sangat mirip atau hampir tidak ada perbedaan. Beberapa pakar menyatakan, perbedaan puyuh-gonggong betina adalah ukuran tubuh lebih kecil dan warna tubuh tanpa bulu lebih pudar.


7. Suara Puyuh-gonggong jawa

Nama gonggong disematkan ada kaitannya dengan suara burung puyuh-gonggong jawa, yakni teriakan lembut monoton berulang yang semakin meninggi "whup whup whup".


Biasanya betina akan membersamai di akhir suara jantan (duet song), suaranya seperti suara burung yang keluar dari jam dindingnya Tom and Jerry "whop whup whop whup".


8. Makanan

Makanan puyuh gonggong jawa sangat sedikit diketahui. Kemungkinan mirip dengan jenis puyuh-gonggong lain yang memakan serangga, cacing, biji-bijian hutan. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui makanan alami burung ini di alam.


9. Kebiasaan

Sendiri atau berpasangan serta dalam kelompok lebih dari 6 ekor. Mencari makan di lantai hutan dengan cara mengais tanah seperti ayam-hutan.


Biasanya mencari makan di sekitar kayu tumbang, mungkin karena ini burung puyuh gonggong dinamakan Arborophila.


10. Perkembangbiakan

Diketahui puyuh-gonggong jawa berkembang biak diantara bulan Januari hingga April dan Juli hingga November. Telur burung ini biasanya 4 butir.

Menurut beberapa masyarakat dekat hutan, sarang burung puyuh-gonggong jawa dibangun diantara kaki-kaki pohon yang berukuran besar. 


Telur akan diletakkan di atas tumpukan seresah daun. Saat mengerami, indukan akan menutup seluruh tubuhnya dengan seresah daun kering, hingga tersisa kepalanya saja.


Nah ini juga butuh penelusuran ilmiah lagi bagi para peneliti burung. Bisa jadi bahan penelitian dan jurnal ilmiah tentunya.


Video Burung Puyuh-gonggong Jawa

Lain kali akan saya tambakan video burung puyuh-gonggong jawa disini.  Nah ini dia update an dari artikel ini. Silahkan di lihat, mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa untuk subscribe ya gaes. Hehe



Sekian dulu, semoga bermanfaat.

Salam Manuk!


Sumber: 

6 Fakta Menarik Burung Merak Hijau

Hallo kawan-kawan pembaca blog ini, saya akan bercerita mengenai salah satu burung unik dari kawasan pulau Jawa.

Selama menjadi pengamat burung dan guide birding di Indonesia khususnya Jawa Timur, saya cukup sering berjumpa dengan jenis ini. Tamu atau klien juga cukup sering meminta diantar melihat burung ini.

Nama burung ini adalah, Merak hijau atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Green Peafowl.


Burung yang memiliki nama ilmiah Pavo muticus memiliki 3 ras atau sub-spesies, antara lain:
  1. P. m. muticus yang hidup di pulau Jawa (punah di semenanjung Melayu dan mungkin juga di Thailand).
  2. P. m. spicifer yang hidup di India bagian timur laut dan Bangladesh bagian tenggara hingga barat laut Myanmar (kemungkinan punah).
  3. P. m. imperator yang hidup di Cina bagian selatan dan barat laut Myanmar hingga Tanah Genting Kra, dan ke timur melalui Thailand ke Laos, Vietnam dan Kamboja.
Bisa disimpulkan, burung Merak hijau ini bukan satwa endemik Jawa ataupun Indonesia.

Selanjutnya saya akan membahas mengenai ciri-ciri, habitat, makanan dan kebiasaan, perkembangbiakan, keunikan dan pentingnya melindungi burung Merak hijau di alam.

Simak terus!

1. Ciri-ciri Burung Merak Hijau

Burung Merak hijau dewasa memiliki panjang tubuh 180-250 cm pada jantan, sedangkan betina 100-110 cm. Perbedaannya sangat jelas, karena Merak jantan memiliki tambahan bulu pada bagian tunggir (bagian pangkal ekor) hingga menutupi ekor sepanjang 140-160 cm. Muncul ketika musim kawin, dan berfungsi untuk menarik lawan jenisnya.


Merak hijau jantan
Merak hijau jantan sedang "menari" saat musim kawin


Bulu tubuh dominan hijau mengkilap, bulu penutup sayap kebiruan, bulu primer kekuningan, burung terbang lain cokelat. Jambul tegak di atas kepala. Iris dan paruh cokelat, kaki hitam keabuan.

Betina mirip dengan jantan tapi kaki lebih pendek, bulu tersier bergaris-garis, dan tidak memiliki penutup ekor atas yang panjang.

2. Habitat burung Merak hijau.

Di Indonesia, utamanya di pulau Jawa burung Merak jawa bisa dijumpai di habitat hutan terbuka, pinggiran hutan primer, hutan jati, padang rumput dari ketinggian 0 sampai dengan 2.000 meter di atas permukaan laut.


3. Makanan dan Kebiasaan

Merak hijau memakan jenis rayap, buah-buahan, biji rumput, mahkota bunga, beberapa jenis serangga. Jenis makanan yang lainnya masih sedikit diketahui.

Burung ini biasanya teramati dalam sendiri hingga dalam kelompok kecil. Walaupun ukurannya besar, saat tidur burung merak akan mencari tenggeran di pohon sebagai roosting site nya serta dalam kelompok besar.

4. Perkembangbiakan

Musim berkembang biak hewan unik ini biasanya saat musim kemarau, antara bulan Agustus hingga Oktober. Merupakan hewan poligami, jantan bisa mengawini hingga 5 ekor betina.

Bersarang di tanah dengan 3-4 butir telur.

5. Keunikan Burung Merak Hijau

Seperti saya tulis di atas, Merak jantan memiliki perpanjangan ekor yang muncul saat musim kawin. Di Indonesia, burung ini hanya bisa dijumpai di pulau Jawa.

6. Mengapa Burung Merak Hijau Dilindungi?

Populasi burung merak terus menurun akibat perburuan liar untuk diambil bulunya yang utama. Jika hal ini terus dilakukan, besar kemungkinan burung merak akan punah di alam.

Merujuk ke BirdLife populasi Merak hijau tersisa antara 10.000 - 19.999 ekor burung dewasa di alam.
Angka tersebut masih dibagi lagi di tiap sebaran alami burung ini.

Status konservasi burung ini masuk dalam daftar Genting atau Endangered (EN). Oleh karena itu burung ini harus dilindungi beserta habitatnya, juga diusahakan untuk peningkatan populasi baik secara in-situ (di habitat asli) atau ex-situ (penangkaran, lembaga konservasi dan lain-lain).


Sekian dulu kawan-kawan, tulisan saya mengenai burung Merak hijau. Jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar.

Lain waktu coba saya tambahkan video pengamatan burung Merak hijau di alam.
Salam Manuk!




6 Informasi Penting Burung migran dari Australia, Pelikan atau Undan kacamata

Migrasi burung merupakan fenomena alam yang luar biasa dan masih banyak menyimpan misteri di dalamnya.


Beberapa waktu lalu, saya ada kesempatan untuk mengamati salah satu burung migran dari Australia. Mungkin banyak orang familiar dengan jenis ini karena banyak ditemui di kebun binatang, tayangan televisi dan lain sebagainya.


Nama burung ini adalah Undan kacamata atau dalam bahasa inggris disebut Australian Pelican.



Disini saya akan membahas 6 informasi penting terkait ciri-ciri, klasifikasi, daerah persebaran, kebiasaan, makanan dan waktu yang tepat untuk mengamati burung yang memiliki kantung di paruhnya.

Sekaligus, di bagian akhir ada video pengamatan saya mengamati burung pelikan satu ini.


1. Ciri - ciri identifikasi Undan kacamata

Secara umum ciri utama atau karakteristik burung pelikan adalah adanya gular pouch atau kantung di paruhnya, berukuran besar, jari kaki berselaput.


Nah untuk burung Undan kacamata anggota dari keluarga pelikan ciri-cirinya adalah:


Ukuran: sangat besar (150 - 188 cm). Rentang sayap saat terbang bisa mencapai 230 hingga 260 cm. Panjang paruh pada jantan 409 - 500 mm, betina 346 - 408 mm.


Identifikasi: paruh dan kantungnya merah muda, lingkar mata kuning, bulu tubuh putih dan sayap hitam, belakang kepala bertotol gelap, kaki abu-abu kebiruan.


Gular pouch pada burung pelikan atau undan bukan untuk menyimpan makanan seperti pada burung rangkong. Kantung paruh pada burung pelikan berfungsi untuk menangkap mangsa.


2. Klasifikasi burung Undan kacamata

Undan kacamata ditemukan atau dikenalkan pada dunia sains pertama kali pada tahun 1824 oleh Coenraad Jacob Temminck asal Belanda.


Burung ini termasuk dalam keluarga atau famili dari Pelicanidae yang beranggotakan 8 jenis burung pelikan yang ada di dunia. Berikut klasifikasi secara lengkapnya.


Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Pelicaniformes
Famili: Pelecanidae
Genus: Pelecanus
Spesies: Pelecanus conspicillatus


Jenis ini tidak memiliki ras atau sub-spesies yang disebut jenis monotipik.

Baca juga: 7 Fakta unik burung punglor atau Anis merah

 

3.Persebaran burung Undan kacamata

Seperti yang saya tulis di atas, burung ini berasal dari Australia. Berkembang biak juga di negara tersebut. Sebarannya di Indonesia antara lain di Papua, Maluku, Timor, Flores, Sumbawa, Sulawesi, Bali, Jawa hingga Sumatera.


Di pulau jawa salah satu lokasi mencari makan adalah muara sungai Bengawan Solo yang saya kunjungi beberapa waktu lalu.


4. Kebiasaan dan Habitat Undan kacamata

Undan kacamata merupakan salah satu anggota kelompok burung air. Sebagian besar hidupnya bergantung akan adanya habitat lahan basah yang tidak terlalu banyak atau rimbun dengan tanaman air seperti rawa, waduk, danau, muara.


Undan kacamata atau Australian Pelican
2 dari 5 ekor Undan kacamata yang saya amati di Ujung Pangkah



Kebiasaannya berkelompok besar atau sendirian, menyerok mangsa dengan kantung paruhnya sambil berenang. Kadang juga terlihat hanya berdiam diri di tepian badan air.

Burung ini juga dikenal memiliki kebiasaan kleptoparasitic atau mencuri makanan dari jenis lain, seperti yang pernah tercatat adalah jenis burung pecuk (Phalacrocorax).


5. Makanan Undan kacamata

Kebanyakan hewan ini memangsa ikan, juga serangga, udang-udangan, reptil, katak, serta burung kecil hingga sedang.

6. Waktu yang Tepat untuk mengamati Undan kacamata

Burung Undan kacamata sering teramati di Indonesia antara bulan Agustus hingga Desember. Di pulau Timor sendiri terdapat populasi penetap walau sepertinya saat berbiak tetap kembali ke Australia, jadi bisa ada di Timor sepanjang tahun.


Di muara bengawan solo sendiri waktu terbaik untuk mengamatinya antara bulan Oktober hingga Desember.


Oke kawan-kawan, seperti janji saya di awal berikut video pengamatan burung atau birding vlog saya saat mengamati burung Undan kacamata di muara sungai bengawan solo yang terletak di kecamatan Ujung Pangkah, kabupaten Gresik.


Jika bermanfaat silahkan di subscribe, comment, share dan like ya!

Selamat menyaksikan, salam manuk!!!




Sumber: Taufiqurrahman, I., P.G. Akbar, A.A. Purwanto, M. Untung, Z. Assiddiqi, M. Iqbal, W.K. Wibowo, F.N. Tirtaningtyas & D.A. Triana. 2022. Panduan lapangan burung-burung di Indonesia Seri 1: Sunda Besar. Birdpacker Indonesia-Interlude: Batu.

Mengamati burung unik Manyar emas jantan dan betina serta perbedaan dengan Manyar lain

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengamati burung Manyar emas dari hasil keluyuran saya terbaru untuk mengamati burung atau bird watching di kawasan Jawa Timur.

Sekaligus akan saya bahas juga mengenai ciri-ciri, perbedaan jantan dan betina, makanan, perkembang biakan dari burung yang unik ini serta perbedaannya dengan burung Manyar lain yang ada di Indonesia. Sejauh pengetahuan saya dan informasi yang saya peroleh dari berbagai sumber.


Burung manyar emas jantan


Oh ya, di bawah nanti ada birding vlog atau cerita video perjumpaan saya saat mengamati burung kicau yang semakin langka satu ini.

Perjumpaan dengan burung Manyar emas

Pertama kali saya ketemu burung ini, mungkin sudah sekitar 9 tahun yang lalu. Di salah satu rawa yang luas di daerah Jawa Tengah. Sayangnya, waktu itu belum ada dokumentasi yang saya dapatkan baik foto maupun video.


Bagi pengamat burung, melihatnya di habitat alami sudah suatu kesenangan tersendiri.


Singkat cerita di tahun 2018, untuk kedua kalinya saya ketemu lagi dengan burung ini. Kali itu pun lokasi juga berbeda, saya bertemu di sebuah rawa kecil seluas lapangan sepak bola di daerah Jawa Timur.


Nggumun! itu ekspresi saya yang keluar pada perjumpaan kedua itu.


Lha nggak nggumun gimana, waktu pertama kali ketemu itu di rawa yang luasnya mungkin hampir seluas satu kecamatan (di Jawa, jangan pulau besar lain hehe). Nah, perjumpaan kedua cuma di rawa yang luasnya seperti lapangan sepak bola.


Beberapa frame foto dan footage video saya dapatkan. Akhirnya!


Manyar emas jantan (Ploceus hypoxanthus) Asian Golden Weaver
Burung Manyar emas (Ploceus hypoxanthus) jantan di habitat rawa. dok. pribadi.


Di bulan Januari 2023 kemarin, saya niatkan untuk bikin video konten di Youtube. Walau dadakan dan apa adanya, minimal bisa menjadi konten tentang burung selain berburu dan meramu, eh ndak. Maksudnya konten burung selain berburu, memikat, menembak, dan lain sejenisnya.


Konten video tentang menikmati burung di habitat aslinya yang berkelanjutan itu sedikit. Sudah burung di alam itu tinggal sedikit, masih ada aja yang terus memburu baik dengan cara dipikat atau dibedhil dengan tujuan hanya untuk pamer dan senang-senang. Apalagi dikontenkan, wis tambah remuk!

Nah, salah satu tujuan saya ngonten di Youtube itu untuk mengenalkan ragam jenis burung di Indonesia yang super kaya, kegiatan menikmati burung di alam lewat bird watching, bird hearing, bird healing, bird photography, dan hal asyik lain yang berkaitan dengan burung. Kalau ada ide lain monggo tulis di komentar. Jangan Subscribe ya hehe video ada di bagian bawah artikel ini.

Oke kita lanjut lagi.


Ciri-ciri burung Manyar emas

Burung yang memiliki nama ilmiah Ploceus hypoxanthus atau dalam bahasa Inggris bernama Asian Golden Weaver, pertama kali diperkenalkan pada dunia ilmu pengetahuan dari spesimen burung dari Sumatera pada tahun 1.788 oleh orang Swedia bernama Anders Sparrman.


Berikut di bawah ini cara identifikasi atau ciri-ciri Manyar emas:


Ukuran: (15 cm) kecil, sebesar Burung-gereja erasia.

Ciri: Jantan: bulu tubuh dominan kuning dengan pipi dan dagu hitam, punggung dan sayap bercorak kecoklatan, paruh dan ekor hitam. Betina: Bulu tubuh kecoklatan, tubuh bagian bawah polos tanpa coretan. Kaki merah jambu. Lebih jelas dengan burung betina bisa tonton video di bagian paling bawah artikel ini.

Makanan: utamanya biji rerumputan, pada saat musim berbiak burung Manyar emas juga memakan serangga.

Perkembangbiakan: antara bulan Januari hingga Juni. Sarang berbentuk bola yang dianyam dari rerumputan yang ditempatkan biasanya di dahan tanaman rawa. Telur berjumlah 2-3 butir.

Persebaran: terdapat dua ras atau sub-spesies, chryseus terdapat di Myanmar, Thailand, Laos dan Kamboja hingga Vietnam. ras hypoxanthus terdapat di Sumatera dan Jawa.


Perbedaan burung Manyar emas dengan burung Manyar lain:

Selain burung ini, terdapat dua lainnya di Indonesia yakni Manyar jambul atau Streaked Weaver dan Manyar tempua Baya Weaver. Ketiga burung Manyar ini mirip satu sama lain, terutama burung betina. Nah, di bawah ini cara membedakan burung-burung Manyar yang ada di Indonesia:



JantanBetinaPersebaranBentuk Sarang
Manyar emasTubuh dominan kuning,
punggung corak kecokelatan,
Alis samar, tubuh bawah
kekuningan tanpa coretan.
Sumatra & Jawa.Anyaman bentuk bola,
ditempatkan diantara
dua batang batang tanaman
rawa atau perairan.
Manyar jambulMahkota kepala kuning.
Tengkuk kehitaman.
dada bercorak nyata
atau tegas.
Jawa, Bawean & Bali.
Di introduksi ke Kalimantan
& Selatan.
Sarang anyaman menggantung
bentuk kantung dengan
tambahan saluran seperti pipa.
Manyar tempuaMuka wajah hanya
bersapuan tipis hitam, tengkuk kekuningan,
tubuh bawah bercoretan tipis.
Kecokelatan, tubuh bawah
bercoret tipis.
Sumatra, Nias, Jawa & Bali.
Di introduksi ke
Nusa Tenggara & Sulawesi.
Ukuran besar, menggantung
dengan pangkal memanjang,
berkantung di bagian tengah
dan ujung membentuk
pipa.


Berikut foto-foto dari Manyar jambul dan tempua yang berhasil saya dapatkan sampai sekarang:


Sarang burung manyar tempua
Betina dan Sarang Manyar tempua. dok. Pribadi

Burung Manyar tempua jantan
Jantan Manyar tempua yang di introduksi di Sumba, Nusa Tenggara Timur. dok. Pribadi

Manyar jambul betina
Betina Manyar jambul betina. dok. Pribadi

Sarang burung Manyar tempua dari Sumba, Nusa Tenggara Timur. dok. Pribadi


Oke teman-teman, sekian dulu artikel mengenai satwa unik satu ini. Oh ya, untuk video atau birding vlog nya bisa dilihat di bawah ini. Kalau bermanfaat silahkan di subscribe, komen, like dan share biar saya tambah semangat menulis dan membuat vlog-vlog selanjutnya. Biar tambah banyak juga pengamat burung baru jalur sipil. Hehe...

Salam Manuk!

Wassalam.





Mengamati Sarang Burung Paruh-kodok Jawa / Javan Frogmouth! Birding Vlog #1

Hallo pembaca blog ini, yang kebanyakan menurut Google Analytic mengunjungi lewat pencarian di browswer atau  search engine. Kali ini saya mencoba hal baru selain nge-blog, yakni menceritakan perjalanan atau aktivitas pengamatan burung (birdwatching/birding) melalui video. Lebih dikenal dengan vlog.


Mengamati Sarang Paruh kodok jawa


Tepatnya "Birding Vlog".


Video perdana yang saya unggah adalah perjalanan saya bersama teman mengamati sarang dari salah satu burung endemik jawa di salah satu hutan hujan Jawa Timur yang masih bagus.

Burung Paruh-kodok jawa (Batrachostomus javensis) atau Javan Frogmouth.


Kami sangat beruntung bisa berjumpa dengan burung malam ini saat pagi hari dan burung ini sedang merawat anaknya di sarang.

Beberapa waktu lalu, burung jenis Paruh-kodok ini sempat viral di media sosial. Di salah satu platform ada yang mengunggah video burung ini saat siang hari yang direkam hanya menggunakan kamera gawai smartphone.

Yang membuat viral kalau tidak salah adalah judulnya, "Burung mirip kayu..." kurang lebih demikian.


Kembali lagi ke birding vlog, salah satu alasan saya membuat konten seperti ini karena di youtube terlalu banyak konten tentang pemeliharaan, cara menangkap, berburu, menembak khususnya burung.

Saya ingin mencoba memberikan perspektif lain, cara menikmati burung di alam lewat birdwatching atau pengamatan burung, fotografi burung (bird photography) dan kegiatan serupa dengan berupaya tidak menangkap atau bahkan menghilangkan nyawa makhluk berbulu ini.


Dengan kekayaan jenis burung lebih dari 1.700 spesies yang tersebar di Indonesia, pengamatan burung menjadi kegiatan yang mengasyikkan.

Kalau nggak percaya, coba saja. hehe

Oke di bawah ini video perdana saya tentang pengamatan burung, silahkan menyaksikan!







7 Fakta Unik Burung Anis Merah atau Punglor

 INTRO: Pengalaman bertemu Anis merah di Alam.


Tahun 2018 yang lalu, saya bertemu dengan burung Anis merah atau Punglor (nama populer bagi sebagian kalangan) di alam.


Tentu hal ini adalah hal yang menggembirakan, walau burung ini sangat langka karena salah satunya akibat perburuan liar di alam ternyata masih ada populasi kecil di habitatnya.

Pertemuan perdana itu terjadi di sebuah lokasi di Jawa, maaf untuk beberapa hal lokasi persis tidak saya utarakan.


Anis merah di alam
Foto Anis merah / Punglor dari alam

Perjumpaan pertama itu hanya berlangsung sekitar 5 menit saja. Saat itu, saya sedang mengantar tamu untuk memotret burung di hutan, di satu titik saat sedang celingukan mencari burung dari arah bawah atau lantai hutan yang banyak seresah daun terlihat sosok burung berwarna oranye kemerahan dan abu-abu.


Ketika teropong saya arahkan ke sosok tersebut, tanpa perlu berlama-lama saya langung mengenali burung yang kerap terlihat dijual di pasar burung. Anis merah!!!



Segera saya kasih tahu kepada tamu untuk segera memotretnya, sekitar 3 jepretan dan burung pun kabur. Foto yang di dapatkan tidak bagus, tapi mengingat akan perilakunya yang sensitif, kami bersyukur.


Di tahun 2019, kabar menggembirakan datang dari kawan bahwa burung ini sering muncul di dekat rumahnya.


Kebetulan juga saya membawa tamu dengan tujuan yang sama dengan sebelumnya di lokasi kawan saya tersebut.


Benar saja. Sesampainya di lokasi kawan saya tersebut, kami bisa bertemu dengan burung yang dalam bahasa Inggris disebut Orange-headed Thrush bahkan jenis burung Anis lain seperti Anis hutan, Anis sisik, dan Anis siberia. Bahkan, kami bisa memotret (foto di atas) dengan leluasa tanpa mengganggu burung-burung tersebut, di dalam tenda kamuflase yang dibangun oleh kawan saya.

Baca juga: 8 Fakta Menarik Burung Anis sisik atau Anis macan

Nah itu tadi sekelumit kisah atau pengalaman saya bertemu dengan Anis merah di alam, di bawah ini adalah fakta-fakta mengenai si burung yang bisa "mabok" atau "teler" saat bernyayi:



1. Pertama kali dikenal oleh Sains.

Adalah John Latham (1740 - 1801) naturalis berkebangsaan Inggris ini pada tahun 1790 mendeskripsikan dan mengenalkan salah satunya burung Anis merah pada dunia ilmu pengetahuan lewat publikasi berjudul: Index ornithologicus, sive systema ornithologiae; complectens avium divisionem in classes, ordines, genera, species, ipsarumque varietates; adjectis synonymis, locis, descriptionibus, &c. Vols. I-II plus Supplementum indicis ornithologici. 

Nama ilmiah pertama burung ini adalah Turdus citrinus yang berasal dari bahasa latin yang berarti Turdus= Thrush / burung Anis dan citrinus=yellow, citrine / kuning jeruk.

2. Asal spesimen pertama yang dikenalkan pada sains

Latham menyebutkan dalam publikasinya di atas, awetan atau spesimen pertama atau dalam dunia taksonomi disebut Holotipe berasal dari negara India.

3. Memiliki banyak ras atau sub-spesies

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan terutama taksonomi, saat ini nama ilmiah burung dari keluarga Turdidae ini adalah Geokichla citrina.

Sebanyak 12 ras dikenal dari jenis ini, 3 diantaranya berasal dari kawasan Indonesia antara lain:
  1. Geokichla citrina citrina
  2. Geokichla citrina innotata
  3. Geokichla citrina gibsonhilli
  4. Geokichla citrina aurata (Kalimantan bagian utara)
  5. Geokichla citrina rubecula (Jawa bagian barat)
  6. Geokichla citrina orientis (Jawa bagian timur dan Bali)
  7. Geokichla citrina cyanota
  8. Geokichla citrina andamanensis
  9. Geokichla citrina albogularis
  10. Geokichla citrina melli
  11. Geokichla citrina courtoisi
  12. Geokichla citrina aurimacula
Ras paling baru dikenalkan ke dunia sains adalah gibsonhilli lewat awetan yang berasal dari Myanmar oleh Deignan pada tahun 1950.

4. Burung Anis merah bermigrasi

Beberapa ras atau anak jenis dari spesies ini melakukan perjalanan jauh secara lokal bahkan hingga ke kawasan bio-region lain, seperti  Geokichla citrina citrina yang berasal dari kawasan Himalaya pada musim dingin mereka akan bermigrasi hingga Sri Lanka.

Ras lain seperti innotata dan gibsonhilli yang berasal dari Cina bagian selatan hingga Thailand, saat tidak dalam periode berkembang biak juga melakukan perjalanan jauh salah satunya sampai ke pulau Sumatera.

5. Ciri-ciri burung Anis merah

Berukuran sedang, antara 20-23 cm dengan berat berkisar 47-67 gram.
Di Indonesia burung ini memiliki ciri warna kepala jingga, kepala; tengkuk; dan tubuh bawah jingga terang, tungging putih (ras rubecula), tubuh bagian atas abu-abu kebiruan dengan garis putih di sayap atas. Jantan dan betina secara penampakan terlihat sama. Iris coklat, paruh hitam dan kaki coklat.

6. Hewan yang pemalu

Anis merah biasanya hidup tidak berkelompok, cenderung soliter atau berpasangan saat musim kawin.
Merupakan jenis krepuskular atau aktif pada saat remang-remang di peralihan hari (saat fajar dan senja). Selain itu, seperti pengalaman saya pertama kali burung ini akan pergi begitu mengetahui keberadaan manusia serta mungkin juga karena efek perburuan menambah kesulitan bertemu burung ini di alam.

7. Anis merah bukan endemik Indonesia

Spesies ini bukan merupakan endemik Indonesia, karena ia tersebar luas dari India hingga Myanmar, Cina bagian selatan hingga Indonesia serta seperti disebut di atas beberapa ras Anis merah melakukan migrasi.

Namun jika merujuk kepada 2 ras yang ada di Indonesia, bisa dikatakan Ras atau Sub-spesies Endemik yaitu rubecula (Jawa bagian barat) dan orientis (Jawa bagian timur dan Bali.

Itulah pengalaman saya dan tujuh fakta terkait burung Anis merah. Semoga bermanfaat.
Salam lestari!!!


                      10 Fakta Mengenal Burung Sikatan Ninon yang Hanya Ada di Jawa!

                      Beberapa pakar peburungan menyebut burung ini hanya bisa ditemukan di pulau Jawa. Bernama Sikatan Ninon.

                      Nama ilmiahnya bernama Eumyas indigo, lebih dikenal Indigo Flycatcher bagi orang-orang Eropa, Amerika atau orang luar negeri lainnya.


                      Di akhir artikel, saya sertakan juga video tentang suara burung sikatan ninon beserta 5 fakta menarik lainnya. Subscribe juga ya lur!

                      Bagi pengamat burung luar negeri, burung ini menjadi target untuk diamati jika mereka sedang melakukan perjalanan wisata di pulau Jawa.

                      foto sikatan ninon atau indigo flycatcher
                      Foto burung Sikatan Ninon dewasa (Eumyias indigo) atau Indigo Flycatcher.

                      Begitupun bagi pengamat burung dalam negeri, khususnya yang tinggal di luar Jawa.

                      Kebetulan saya sudah pernah mengamati burung ini sejak pertama kali melakukan pengamatan burung. Saya sering sekali bertemu jenis ini jika sedang melakukan pengamatan di daerah pegunungan Jawa.

                      Di tulisan ini saya akan membahas mengenai klasifikasi, ciri-ciri, perbedaan jantan dan betina serta anakan, habitat, makanan dan perilaku, perkembangbiakan dan status konservasi burung sikatan ninon.

                      1. Klasifikasi burung Sikatan ninon.

                      Dahulu jenis ini memiliki tiga sub-spesies atau ras antara lain ruficrissa, cerviniventris dan indigo. Namun dengan berkembangnya ilmu peburungan, ketiga ras yang berada di Sumatera-Kalimantan (ruficrissa, cerviniventris) dan Jawa (indigo) dipisah menjadi dua spesies yang berbeda.

                      Berikut klasifikasi lengkapnya:

                       

                      Kerajaan: Animalia

                      Filum: Chordata

                      Kelas: Aves

                      Ordo: Passeriformes

                      Famili: Muscicapidae

                      Genus: Eumyias

                      Spesies: Eumyias indigo 


                      Berikut ciri-ciri dan informasi burung Sikatan Ninon dari pengalaman pengamatan saya di alam dan berbagai sumber.

                      2. Ciri-ciri burung Sikatan Ninon.

                      Ukuran: kecil sekitar 14 cm.

                      Ciri: warna bulu dominan biru. Muka berwarna gelap, tungging (area di sekitar kloaka) kekuning-kuningan. Warna biru muda di membentang di dahi, atas mata, mahkota hingga tengkuk dan di tepi bulu sayap atas dan bulu terbang.

                      Biru terang pada bagian dalam dan ujung bulu sayap primer yang hitam. Ekor hitam dengan ujung biru terang. Tenggorakan biru muda. Sisi leher dan dada berwarna biru lebih gelap dibandingkan dengan tubuh bagian atas, kontras dengan abu abu-biru pucat di bagian perut dan sisi perut.

                      Iris mata berwarna gelap. Kaki dan paruh berwarna hitam.

                      3. Perbedaan jantan dan betina burung Sikatan ninon

                      Secara sekilas, jantan dan betina burung ini mirip. Termasuk dalam jenis monomorfis kelamin.

                      Cara membedakannya ialah betina sikatan ninon memiliki warna gelap di bagian muka yang lebih sedikit dibanding burung jantan. Hal ini perlu jam terbang pengamatan di lapangan yang tinggi.

                      4. Anakan burung Sikatan Ninon.

                      Remaja jenis ini memiliki warna yang lebih kusam di bagian atas dibanding burung dewasa dengan coretan-coretan melintang gelap. Dahi dan bagian atas kepala berwarna biru lebih pucat.

                      Tunggir (pangkal ekor bagian atas) lebih gelap dengan bulu mengembang di bagian bawah kekuningan dengan ujung gelap. Ekor seluruhnya hitam.

                      Muka berwarna gelap dengan ujung bulu kekuningan, dagu hingga dada bertotol kekuningan besar dengan tepi bulu hitam. Perut bertotol lebih besar dan tungging berwarna putih kekuningan.

                       

                      5. Habitat Sikatan Ninon.

                      Di jawa habitat aslinya ada di hutan pegunungan dan hutan lumut dari ketinggian 900 hingga 2.600 meter di atas permukaan laut. Di atas ketinggian 2.600 mdpl burung ini semakin jarang dijumpai.

                      6. Makanan dan Perilaku Makan Sikatan Ninon.

                      Makanan utamanya adalah serangga kecil, termasuk kumbang (Coleoptera), juga materi nabati dan buah, misalnya: buah beri (Sambucus nigra).

                      Perilaku atau kebiasaan: Soliter/sendiri atau berpasangan; diluar musim kawin bergabung dengan kelompok spesies lainnya.

                      Jinak dan mudah didekati. Mencari makan di bagian bawah, seringkali di semak yang gelap; juga bertengger di kanopi rendah hingga tengah, memungut serangga dari dedaunan. Mengejar serangga yang sedang terbang, tetapi jarang dari tempat bertengger terbuka; mengambil beri sambil melayang.

                      7. Perkembangbiakan Sikatan Ninon.

                      Musim kawin antara bulan Februari hingga Agustus dan Desember, dengan puncaknya antara Maret hingga Mei. Kemungkinan berkembang biak sepanjang tahun.

                      Sarang berbentuk cangkir kecil yang terbuat dari lumut, rumput kering, akar dan bulu, ditempatkan menggantung di bawah permukaan batu.

                      Meletakkan dua telur; tidak ada informasi tentang lama pengeraman dan lama bersarang.

                      8. Perbedaan Sikatan Ninon dengan Tledekan Laut.

                      1. Sikatan Ninon merupakan jenis penetap atau residen, sedangkan Tledekan Laut (nama pasar) atau dikalangan pengamat burung lebih dikenal dengan Sikatan Biru-putih (Cyanoptila cyanomelana) merupakan jenis pendatang/migran, yang berasal dari Asia Timur (CIna, Rusia, Korea dan Jepang).
                      2. Tledekan Laut/Sikatan Biru-putih memiliki ukuran lebih besar (16-17 cm) dibandingkan dengan Sikatan Ninon (14 cm).
                      3. Tledekan Laut/Sikatan Biru-putih memiliki warna hitam di muka hingga dada dan warna putih bersih dari perut hingga tungging. Sedangkan Sikatan Ninon warna hitam hanya di bagian muka dan warna abu-abu di bagian dada hingga tungging.
                      4. Jantan dan betina Tledekan Laut memiliki warna berbeda (Jantan: Biru, hitam dan putih sedangkan betina: dominan coklat muda dan putih krem). Jantan dan betina Sikatan Ninon relatif sama.

                      9. Status Konservasi Sikatan ninon.

                      Burung Sikatan Ninon saat ini tidak termasuk ke dalam daftar jenis satwa liar yang dilindungi berdasar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/8/2018.

                      Dalam daftar IUCN redlist burung ini masuk ke dalam kategori Least Concern atau kurang mendapat perhatian. Jumlah populasinya belum banyak diketahui. Merujuk pada BirdLife Data Zone,  kemungkinan populasi menurun seiring berkurangnya habitat alami seperti hutan pegunungan di Jawa dan perburuan untuk burung kicau.

                      Harapannya akan ada perhatian dari para pengamat, peneliti dan pemerintah untuk mengkaji ulang mengenai informasi biologi dari Sikatan Ninon. Sehingga muncul kebijakan konservasi agar Sikatan Ninon hidup lestari.


                      10. Suara Sikatan ninon

                      Burung ini merupakan anggota dari kelompok Passeriformes atau burung passerine, dimana bernyanyi atau berkicau merupakan salah satu ciri yang membedakan dengan kelompok non-passerine.


                      Suara burung sikatan ninon
                      Sikatan ninon dewasa. dok pribadi.


                      Suara burung sikatan ninon berupa seri nada yang panjang "fi-fu-fiu-fit". Suara panggilan "thrr..thrr" atau "tzitt..tzitt".

                      Untuk jelasnya, silahkan putar video rekaman suara sikatan ninon di bawah ya!

                      Video suara Sikatan ninon

                      Sebelum saya tutup, seperti yang saya janjikan di atas berikut ini video suara burung sikatan ninon dari alam dan 5 fakta menarik lainnya, jangan lupa like, comment, share dan subscribe ya!

                      Salam Manuk!



                      Sekian dan wassalam.

                      Contact Form

                      Name

                      Email *

                      Message *