Tempat Penukaran Mata Uang Dollar Amerika Seri Lama di Banyuwangi

Ini adalah cerita saya menukar dollar amerika seri lama di Banyuwangi, Jawa Timur.
Oktober 2019 merupakan waktu yang cukup sibuk bagi saya untuk memandu orang mengamati burung di alam. Alhamdulillah, dapur masih bisa ngebul!

Salah satu diantaranya, saya mengantar 2 pasangan suami istri asal Perancis untuk melihat burung di sekitar hutan Malang dan Banyuwangi.

Tak hanya melihat, mereka membawa peralatan kamera yang mumpuni lengkap dengan lensa galon aqua yang besar itu.

Singkat cerita, hanya ada masalah dihari pertama. Saya harus langsung mengajak mereka ke Banyuwangi setibanya mereka di Malang. Alasannya, target burung mereka di Malang sedang sangat sulit ditemui.

Alhamdulillah selama di Banyuwangi target burung yang ingin mereka lihat dan potret berhasil didapatkan. Hingga akhirnya adalah tahap pembayaran seluruh akomodasi, transportasi, makan, jasa pemandu lokal dan seterusnya di hari terakhir sebelum kami berpisah di Bandara Blimbingsari.

Beberapa minggu sebelum trip ini berjalan, kami sepakat untuk pembayaran menggunakan dollar amerika atau US$. Hal ini lebih memudahkan mereka untuk menghemat waktu menukar rupiah dan tentunya menghemat tempat penyimpanan mereka, alias dompet.

Setelah pembayaran selesai dan mereka sudah saya antar ke bandara Blimbingsari, Banyuwangi, saya langsung mencari tempat penukaran mata uang asing khususnya dollar amerika di sekitar Banyuwangi.

Seperti pengalaman saya beberapa kali menukar uang asing, saya lebih cenderung memilih bank untuk membeli rupiah. Alasan saya memilih bank untuk menukar uang adalah, selisih harga yang terbilang kecil.

Selanjutnya saya menuju KCP Bank BRI Banyuwangi, lalu tiba saatnya saya dipanggil teller. Saya serahkan semua pecahan uang dollar amerika dari tamu saya beserta identitas saya sebagai syarat penukaran uang asing.

Lalu teller akan melakukan konfirmasi terkait perubahan harga penukaran uang asing dan hal lain.
Benar saja setelah saya menunggu sekitar 10 menit, teller memanggil.
Ada  2 hal yang disampaikan, pertama terkait harga rupiah yang bisa diberikan per satu dollarnya dan ada 2 lembar uang dollar saya yang tidak bisa ditukar.

Waduh, alasannya adalah seri 2 lembar uang dollar tersebut sudah agak kadaluwarsa beredar di Indonesia. Mbak teller yang saya lupa nama tapi ingat senyumannya itu mengatakan lagi bahwa, uang tersebut masih berlaku di negara asalnya.

Karena saya harus segera mendapatkan rupiah untuk membayar kebutuhan trip ini, saya mencoba menanyakan kepada teller tersebut tentunya yang saya lupa namanya, apakah ada tempat lain untuk menukar pecahan seri lama dollar in?

Dengan ramah beliau yang masih kisaran umur 20-30 saya yakin menjawab dengan ramah untuk mencoba di penukaran uang di sekitar kota Banyuwangi atau mencoba di Bank BCA.

Setelah mengucapkan terima kasih, saya bungkus rupiah yang berhasil didapat lalu segera menuju Bank BCA KCU Banyuwangi.

Saya tiba setengah jam sebelum jadwal bank tutup. Untung tidak ada antrian, sehingga saya langsung menghadap ke teller yang masih mbak-mbak juga.

Oh ya, seri pecahan dollar amerika saya adalah KL - xxxsekian, seperti gambar di bawah ini.
Uang dollar amerika pecahan lama seri KL.
Uang dollar amerika pecahan lama seri KL.

Beserta KTP saya berikan uang tersebut, duduk menunggu konfirmasi sambil mencari alternatif lokasi lain jaga-jaga jika bank ini juga menolak.

Dengan durasi yang sama, lalu saya dipanggil.

Sambil menyodorkan struk  teller meminta tanda tangan saya, yang artinya seri dollar amerika lama (KL) ini bisa ditukar di bank BCA KCU Banyuwangi. Berikut struk penukarannya ada di bawah.


Bukti penukaran dollar amerika di bank BCA Banyuwangi
Bukti penukaran dollar amerika di bank BCA Banyuwangi
Bagi yang memiliki kasus yang sama, silahkan dicoba menukar di bank BCA khususnya di Banyuwangi. Berikut link ke google maps agar tidak repot.

Mungkin saja di bank BCA kota lain kasus yang sama ini bisa tertangani, sampai saat ini saya belum mengalami. Mungkin di masa depan ya.

Terima kasih, dan SALAM.

Rekomendasi 1 Tempat Makan Murah di Kota Sungai Penuh, Jambi!

Saat bepergian wisata atau traveling ke suatu lokasi baru yang sangat ingin dikunjungi dalam waktu yang cukup lama, manajemen budget traveling tentu akan sangat diperhatikan.
Tentunya bagi saya atau teman-teman yang belum mendapat julukan duit nggak ada serinye.

Budget atau anggaran wisata itu antara lain biaya untuk penginapan, transportasi atau kendaraan, makan, tiket masuk kawasan wisata, oleh-oleh dan lain-lain.

Harus pandai mengatur anggaran tersebut agar kita enjoyed alias menikmati segala suasana liburan.
Saat ini, kita dimudahkan dengan banyaknya OTA singkatan dari Online Travel Agent seperti tiket.com, traveloka.com, pegipegi.com dan masih banyak lagi.

OTA ini menyediakan jasa booking hotel, tiket pesawat terbang, kereta api, bus bahkan sekarang ada yang bisa pesan tiket tempat wisata, carter atau sewa mobil dan mungkin ada hal lain ke depannya, misal pesan tiket antri Rumah Sakit. Hehe

Harga yang ditawarkannya pun bervariasi, tentu yang kita sorot adalah yang murmer alias murah meriah atau batas bawah. Wkwk 

Sudah murah, juga mudah dengan adanya aplikasi untuk gawai ponsel pintar selain website resminya.
Semua serba On the go, bisa dioperasikan kapanpun dimanapun.

Tempat makan murah di kota Sungai Penuh, Kerinci, Jambi
Tempat makan murah bernama Ampera Sakinah yang berada di dalam Kincai Plaza, Sungai Penuh, Kerinci, Jambi

Oke cukup basa-basinya, tulisan ini tidak akan membahas OTA lebih detail, kita akan masuk lebih spesifik dalam mengatur anggaran wisata di kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinci Jambi.

Khususnya anggaran untuk makan.

Saya pun hanya akan membahas atau merekomendasikan satu tempat makan saja yang saya ketahui, haha

Pertama kali saya mengunjungi kota Sungai Penuh adalah di akhir Oktober 2011 dalam rangka pengambilan data skripsi.

Bersama dua rekan saya, kami beruntung mendapat hibah penelitian dari Taman Nasional Kerinci Seblat yang bekerjama dengan Rufford Small Grant untuk melakukan penelitian dengan tema burung di area taman nasional.

Hibah yang diberikan adalah berupa uang penelitian sebesar Rp. 2.000.000,- per judul dan fasilitas penunjang penelitian lain dengan durasi waktu pengambilan data terakhir akhir Desember 2011.

Jadi kami ada waktu kurang lebih 2 bulan.

Terus terang, hanya rasa senang yang ada waktu judul yang kami ajukan diterima. Beberapa kendala baru terasa saat sudah tiba disana seperti tempat tinggal selama Oktober hingga Desember, transportasi, biaya hidup lain dengan anggaran dua juta rupiah per kepala tersebut.

Saat itu masih belum ada OTA semudah saat ini, sehingga kami benar-benar melakukannya secara manual. Berangkat naik bus selama 3 hari 3 malam dari Jogja menuju Bangko, Jambi. Lalu naik travel dari Bangko ke Sungai Penuh.

Tiba di Sungai Penuh malam hari, untunglah pihak TN menjemput kami lalu diinapkan di basecamp mitra mereka yaitu tempat LSM Monitoring Harimau Sumatera selama di Sungai Penuh, sedang di lapangan nanti kami bisa tinggal di tiap resort, camping atau tempat para petugas lapangan tinggal.

Selama di Sungai Penuh, ada satu tempat makan murah andalan yang biasa kami kunjungi, terutama untuk makan sarapan dan atau makan siang.

Rumah makan ini terletak di dalam kompleks kios Kincai Plaza lantai dua, yang bernama "AMPERA SAKINAH".

Alamat Rumah Makan Ampera Sakinah

Kincai Plaza sendiri terletak di pojok timur laut dari Lapangan Merdeka Kota Sungai Penuh dengan alamat Pasar Sungai Penuh, Kecamatan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, Jambi - 37111.

Suasana kios yang berukuran sekitar 6x3 meter ini memang cukup remang dan tak begitu ramai dibanding kios-kios yang ada di bagian bawah Kincai Plaza. Berikut peta lokasi Kincai Plaza di Google Map:



Menu dan Suasana Rumah Makan Ampera Sakinah 

Terdapat tempat duduk dan meja bagi pengunjung yang hendak makan di tempat.

Menu makanan utama adalah masakan khas minang dengan pilihan lauk antara lain: ayam goreng, ayam bakar, rendang, ikan laut goreng, telur, tempe-tahu dan lainnya.

Untuk harga murah sekali, dulu pas tahun 2011 harga satu porsi makanan adalah Rp. 6.000,- mau lauk tempe, telur,ikan atau ayam harganya tetap enam ribu rupiah.

Maka dari itu saya dan kawan-kawan setia jajan disana untuk sarapan dan makan siang, sangat membantu menekan pengeluaran anggaran belanja kami selama di Sungai Penuh.

Nah, di tahun 2016 kemarin saya ada kesempatan main ke Sungai Penuh lagi selama kurang lebih 5 hari.

Tentu dong, warung makan ini jadi rujukan lagi.

Ternyata saat itu, harga makanannya sudah naik menjadi Rp. 10.000,- per porsi.
Masih terbilang murahlah dibanding warung makan lain yang harga makanannya per porsi rata-rata Rp. 15.000,- s/d Rp. 18.000,-

Walau murah, cita rasa masakannya tetap enak. Bumbunya terasa cukup kuat, porsi nasi dan sayur mengenyangkan atau bisa saya katakana seperti makan masakan padang di Jawa dengan nasi satu setengah sayur ambil sendiri. Haha

Minuman yang tersedia disini sama dengan warung-warung yang lain, seperti teh, kopi, jeruk dan aneka minuman sachet.

Ketika siang pengunjungnya akan banyak, mulai dari pedagang pasar, karyawan kios, sopir angkot dan lain lain.

tempat makan murah ampera sakinah kincai plaza sungai penuh jambi
Suasana rumah makan Ampera Sakinah, Kincai Plaza, Sungai Penuh saat jam makan siang.
Kadang kami makan di tempat sekalian berbelanja kebutuhan penelitian di sekitar Kincai Plaza, atau juga bungkus untuk dimakan di basecamp.

Baiklah kawan-kawan pembaca, kiranya ini bisa saya rekomendasikan buat kawan-kawan yang sedang liburan atau ada urusan lain di Sungai Penuh jika sedang mencari tempat makan murah di sekitar kota Sungai Penuh.

Kalau dari teman-teman yang kebetulan membaca tulisan ini tahu ada tempat makan lain di Sungai Penuh yang lebih murah, atau perubahan harga di warung silahkan tulis di kolom komentar untuk memberi informasi kepada pengunjung lain blog ini.

Semoga bermanfaat, terima kasih dan wassalam!

Mengamati si Langka dan Terancam Punah: Jalak Putih Punggung-abu

Beberapa minggu yang lalu, saya pergi ke salah satu taman nasional yang ada di Jawa Timur.

Kunjungan saya adalah untuk pengamatan burung  dan melihat serta mengabadikan burung Puyuh-gonggong Biasa.

Bersama kawan saya, Heru Fitriyadi. Sekaligus kami bikin vlog pengamatan burung yang kalian bisa di bawah postingan ini.

Sebelum pergi ke lokasi burung Puyuh, kami sempatkan melihat burung-burung yang ada disekitar desa kawan saya tersebut.

Makanan Jalak Putih Punggung Abu di alam
Jalak Putih Punggung-abu dewasa sedang membawa makanan.
Kami berangkat jam 09.00 WIB mengendarai sepeda motor jadulnya Honda Prima.

Hanya beberapa jenis burung saja yang terlihat di sepanjang jalan. Terang saja, kami berangkat terlalu siang. haha!

Di lokasi tujuan pertama kami adalah padang rumput dengan pepohonan yang jarang.

Ratusan Rusa Timor sedang berteduh di bawah pohon menghindari terik matahari di penghujung musim penghujan.

Beberapa jantan Rusa Timor sudah mulai tumbuh tanduk, tanda kedewasaannya.

Dari punggung Rusa tersebut terlihat sekelabat burung berukuran Cucak Kutilang, turun ke permukaan tanah.

Selang beberapa saat burung tersebut bersuara “Krak krak krak” lalu terbang ke pucuk pohon kering di atas kawanan rusa tersebut.

Teropong saya arahkan untuk mengenali sosok tersebut.

Bentuk badannya ramping warna dominan putih, sayap hitam dan punggung abu-abu.

Kaki cukup jenjang warna kuning pudar, paruh meruncing warna kuning dan ada kulit disekitar mata berwarna kuning.

Tak lupa kamera yang kami bawa berhasil membidik dan mendapatkan beberapa foto burung tersebut.

Kawan saya sangat familiar dengan makhluk ini, ia berujar “Jalak Putih Blambangan mas!”

Luar biasa, kami berhasil melihat salah satu burung paling langka di Pulau Jawa.

Menurut informasi yang ada di dalam aplikasi BURUNGNESIA bernama Jalak Putih Blambangan / Black-backed Myna dengan nama ilmiah (Acridotheres tricolor).

Sebelumnya jenis ini masih menjadi salah satu anak-jenis atau ras dari Jalak Putih (Acridotheres melanopterus) bersama ras lain dari Jawa Barat dan Bali.

Lalu beberapa peneliti mengkaji ulang perbedaan ketiga ras tersebut dari morfologi, suara, sebaran dll.

Hingga diputuskan seluruh anak jenis Jalak Putih dipisah menjadi 3 jenis burung yang berbeda.

Jalak Putih Punggung-abu burung yang dilindungi

Seperti yang sudah saya tulis di atas, IUCN redlist pun menempatkan jenis ini ke dalam status Critically Endangered atau Kritis.

Kritis ini berarti hanya tersisa kurang dari atau sama dengan 250 individu dewasa di alam liar dengan daerah sebaran yang sempit dan tekanan atau ancaman yang tinggi terhadap populasi di habitatnya.

Ancaman utamanya adalah perburuan liar yang tak terkendali untuk dijadikan hewan peliharaan atau burung berkicau.

Sedang alih fungsi lahan menurut saya kurang begitu berpengaruh, karena burung ini sangat adaptif atau mampu hidup di berbagai macam habitat seperti padang rumput, lading, sawah, daerah pesisir, kawasan karst atau kapur dan lain sebagainya.

Di dalam PERMEN LHK No. 106 Tahun 2018 Acridotheres tricolor atau dalam peraturan ini bernama Jalak Putih Punggung-abu termasuk ke dalam hewan dilindungi.

Jadi, jika ada perburuan Jalak Putih Punggung-abu atau satwa dan tanaman dilindungi tanpa ijin pelaku bisa ngandang selama maksimal 2 tahun, yang masih diatur dalam UU No. 05 Tahun 1990.

Selain memiliki kicauan yang merdu dan digandrungi para kicau mania, burung ini merupakan pemakan buah, nektar bunga dan serangga.

Saat kami amati, Jalak Putih Punggung-abu memungut serangga yang ada disekitar dan tubuh Rusa Timor.

Bagi Rusa Timor tentu sangat berjasa dalam membersihkan kutu-kutu pengganggu dibadannya. Nah kalau burung ini terus-terusan diburu dan nantinya habis di alam, siapa dong yang mungutin kutu para Rusa?

Mengamati anakan Jalak Putih Punggung-abu di alam

Lama, kami mengamati burung ini ternyata dia sedang mengasuh 2 anakan di dalam sarang.

Terlihat dari makanan yang dia gigit diparuhnya, lalu dibawa terbang diantar ke lubang sarang tempat 2 anakan Jalak Putih Punggung-abu bersembunyi.

Seperti yang saya uraikan di awal berikut video vlog yang sudah saya buat bersama kawan saya:



Semoga kedua anakan tersebut segera dewasa dan survive serta menambah populasi Jalak Putih punggung-abu terus meningkat.

Salam lestari dan sekian!

Pengalaman Wisata Pengamatan Burung di TN Matalawa Sumba

Pulau berukuran hampir 2 kali pulau Bali, terletak paling selatan nusantara, berbukit serta memiliki panorama padang rumput super luas nan epic.

Kental nuansa tradisi dan budaya seperti yang mudah terlihat rumah adat uma mbatangu (rumah berpuncak), kain tenun, kubur batu, pasola, serta kepercayaan lokal bernama Marapu.

Masih bisa saksikan kekayaan negeri ini di tanah itu, ya Sumba!

Sudah setahun sejak kedua kaki saya menginjakkan kaki sekaligus semua indera merespon semua aksi lalu menyimpan sebagai ingatan dan pengalaman. ASUHAY sodara-sodara!!!

Di bulan Agustus 2018 tepatnya tanggal 05 s/d. 09 ada perlombaan kedua kalinya di pulau Sumba "Birding And Photo Competition TN MaTaLaWa".

Atau Lomba Pengamatan Burung dan Kompetisi Photo di dua taman nasional yang telah bergabung menjadi Taman Nasional Manupeu Tana Daru dan Laiwangi Wanggameti kembali menjadi tuan rumah dan penyelenggara kontes keker manuk paling timur di Indonesia raya.

pengamatan burung birding di Sumba
Memotret burung adalah salah satu kegiatan pengamatan burung di Sumba.
Sekali lagi, bulan Agustus adalah waktu yang tepat untuk datang ke Sumba.
Hampir tidak ada hujan, cocok buat anda kalau mau seharian mengeksplorasinya. Terus malam hari, siap-siap dengan jaket atau sarung anda untuk menahan hawa dingin yang lagi puncak-puncaknya.
Koin 500an, balsem dan tolak angin cocok buat yang gampang masuk angin.

Kembali ke memori otak yang katanya kosong dan hard-disk saya, melacak kenangan dan imaji untuk ditampilkan dalam coretan pertama saya ini tentang Sumba.

Burung-burung di Taman Nasional Matalawa, Pulau Sumba

Lomba pengamatan burung tahun 2017 kemarin, alhamdulillah saya bisa ikut.
Lokasinya ada di Bila kecamatan Praingkareha kabupaten Sumba Timur. Sekitar 5-6 jam perjalanan dari kota Waingapu.

Waktu itu, saya beserta rombongan diangkut menggunakan Oto. Sebuah truk yang dimodifikasi menjadi angkutan umum bahkan luar biasa umum.

Luar biasanya adalah anda bisa menjumpai manusia, babi, kuda, ayam, sepeda motor, beras, dan segala macam kebutuhan manusia dalam truk tersebut. Sungguh angkutan umum yang rohmatan lil alamin!.

Untung saja panitia sudah mencarter khusus untuk peserta lomba, walaupun harus berdesak-desakkan tapi tetap nikmat apalagi kalau samping kanan kiri cewek, iso mbathi tipis-tipis. he he

Selama 3 jam awal menuju Bila pantat yang terombang-ambing Oto tidak terasa karena pemandangannya silih berganti, berawal dengan nuansa kota di Jawa tahun 90-an awal, lalu pedesaan, padang rumput yang luas, dan bukit-lembah yang hhmmm!

Panitia pintar meramu acara, dalam perjalanan ke Bila kami mampir ke bukit Wairinding.

Pengamatan burung di awal pagi di bukit Laibola, Bila, Taman Nasional Matalawa, Sumba Timur.
Siapa yang nggak kenal nama tempat populer ini, ibarat kita mengucap Sumba hal pertama yang terlintas ya bukit ini. Ya nggak!?

Lalu sisa 2 jam perjalanan pemandangannya berganti, terutama saat hampir tiba di lokasi.

Hutan musim yang jarang ditemui di daratan rendah pulau Sumba.

Ndomblong bin mlongo selama di Bila. Lha terang saja, burung-burung disana sungguh mudah untuk ditemui, buanyak dan ting tlecek dimana-mana.

Saya keranjingan untuk memotret jenis per jenis.

Sungguh beda sekali kondisi kehidupan burung liarnya jika dibandingkan dengan Jawa, yang hampir habis dihajar oleh pemburu burung.

Julang Sumba, Cekakak Kalung-coklat, Kakak Tua Jambul Jingga, Paok La'us, Perkici Pelangi, Seriwang Nusatenggara gampang sekali untuk ditemui bahkan dipotret sekalipun.

Malam harinya pun tak sepi, dua burung hantu endemik atau khas yang hanya ada di pulau Sumba yakni Pungguk Wengi dan Pungguk Sumba tak mau absen untuk menemui saya dan kawan-kawan.
Untuk lebih lengkapnya silahkan tonton video di bawah ini:


Pagi hari paling enak adalah menikmati matahari terbit di bukit Laibola.

Dari tempat tersebut kemegahan hutan musim di Bila dengan kabut pagi menyelimuti lembah lalu burung-burung mulai aktif mencari tempat tengger untuk berjemur, jian epic tenan!

Pujian seperti tak habis saya ucapkan untuk gogrokan surga yang jatuh di bumi Sumba ini, kekaguman saya juga tertuju kepada penduduk desa Bila yang selaras dan harmonis dengan alam sekitarnya.

Semoga Tuhan selalu menjaga tempat ini dari tangan-tangan tamak dan perusak.

Balik lagi ke lomba pengamatan burung bulan Agustus mendatang.  

Eman-eman kalau dilewatkan, total hadiahnya sebesar Rp. 50.000.000,-.

Sekaligus, mumpung ada kegiatan yang difasilitasi oleh pihak taman nasional seperti transport ke lokasi, konsumsi selama acara, tenda untuk menginap dst. kan lumayan.

Lokasinya berada di Sumba Barat Daya yang masih berada di sekitar Taman Nasional Matalawa.

Mungkin kalau ada kesempatan akan saya tulis pengalaman selama mengikuti lomba pengamtan burung kedua di pulau nan eksotis, Sumba.

Sekian dan mudah mudahan bermanfaat.

Wassalam!

Berkunjung ke Sentono Gentong Pacitan Sebelum Viral!

Tahukah saudara sekalian bentuk atau rupa dari Sentono Gentong, Pacitan sebelum ramai atau dibangun?

Dari beberapa orang Pacitan sendiri pasti ada yang pernah kesana sebelum di bangun dan di make-up seperti sekarang.

Apa itu Sentono Gentong?

Sentono Gentong adalah objek atau tempat wisata baru di sekitar kabupaten Pacitan.

Tempat ini berupa tebing karang yang bisa melihat dari atas panorama kecamatan Pacitan.
Sentono Gentong Pacitan
Panorama kecamatan Pacitan dari Sentono GentongAdd caption

Mengutip dari bangsaonline.com Sentono Gentong adalah tempat ditancapkannya paku bumi oleh ulama dari Kalingga Selatan (India) yang berlabuh dan mendarat di pesisir selatan Pacitan atau dahulu disebut dengan Wengker Kidul. Kelanjutannya bisa anda baca disini.

Dimana letak Sentono Gentong?

Tepatnya beralamat di dusun Beji, desa Dadapan, kecamatan Pringkuku, kabupaten Pacitan, Jawa Timur kodepos: 63552 Indonesia.

Berikut ini letak atau poin lokasi Sentono Gentong di Google Maps:



Berapa jarak dan waktu tempuh untuk menuju Sentono Gentong dari Pacitan?

Kalau ditarik garis lurus, jarak dari pusat kota Pacitan katakanlah Alun-alun Pacitan ke Sentono Gentong ialah sekitar 4,7 Km.

Jika via navigasi mengemudinya Google Maps adalah sekitar 12 Km dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.

Rute atau Jalur Menuju Sentono Gentong

Jadi jika anda dari pusat kota Pacitan, silahkan anda menuju arah barat melewati jalan Nasional III hingga perempatan Bapangan. Selanjutnya belok ke arah kiri (selatan) lewat jalan Letjen R. Suprapto terus hingga perempatan Cuik lalu belok ke kanan (barat) melewati jalan WR. Supratman.

Selanjutnya anda akan melewati makam Kucur hingga stadion Pacitan, setelah jembatan anda akan memasuki jalan Tumpak Rinjing.

Ikuti terus jalan menanjak anda akan melewati Monumen Palagan Tumpak Rinjing disisi selatan jalan. Ikuti jalan utama ini sejauh 2,6 Km anda akan bertemu dengan gang kecil sesuai gambar di bawah ini:

Rute menuju sentono gentong pacitan
Gang kecil untuk masuk menuju Sentono Gentong. sumber: Google Maps

Ikuti gang kecil yang saya tandai dengan warna merah sekitar 800 meter, di ujung nanti anda akan tiba di lokasi wisata ini.

Bagi anda yang memiliki aplikasi Google Maps di gawai pintar, silahkan klik link ini untuk melihat jalur menuju Sentono Gentong via Google Maps (titik pemberangkatan saya atur di alun-alun kabupaten Pacitan).

 
Sebenarnya saya belum pernah kesana sih setelah ramai di media sosial tepat setelah lebaran 2018 kemarin.

Pas mudik tahun 2015 ke Pacitan saya selalu sempatkan pergi ke tempat-tempat menarik yang belum pernah saya kunjungi di sekitar kampung halamanku.

Kebetulan ada kawan yang mengundang bakar-bakar ikan di pertapaannya yang berada di Mandi Angin.

Beliau beli tanah terus di tengahnya dibangun sebuah Pendopo dan 2 gubuk santai. Disini kami bisa memandang ke bawah kecamatan Pacitan dan pantai Teleng Ria di arah selatan.

Amboy nian! Makan ikan laut bakar sembari memandang pemandangan Pacitan dari Mandi Angin.
Oh ya, tentu disini anginnya semilir membelai sesuai nama yang diberikan.

Pasang hammock terus bobok siang.

Seusainya saya diajak melihat sebuah tempat tak jauh dari Mandi Angin.

Kami harus jalan kaki mengikuti jalan setapak, menyusuri tebing, menembus semak-semak dan ladang milik penduduk setempat.

Setibanya dilokasi, terlihat batu karang di ujung jurang atau tebing.

Di tempat ini, pemandangannya pun tak kalah dari Mandi Angin, bedanya tempat ini lebih menjorok maju ke arah timur dan tebingnya lebih curam.

Jepret-jepret dan inilah Sentono Gentong sebelum dibangun atau ramai di media sosial.

Batu karang yang saya injak di Sentono Gentong dan panorama kecamatan Pacitan.
Batu karang yang saya injak di Sentono Gentong dan panorama kecamatan Pacitan.
Tebing di arah selatan dari Sentono Gentong berujung di Samudera Hindia.
Tebing di arah selatan dari Sentono Gentong berujung di Samudera Hindia.
Jalan setapak dikelilingi semak yang dulu saya lewati untuk menuju Sentono Gentong.
Jalan setapak dikelilingi semak yang dulu saya lewati untuk menuju Sentono Gentong.

Sekian tulisan kali ini, semoga bermanfaat. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar di bawah. Terima kasih.

Tempat dan Peta Lokasi Kapal Pesiar di Surabaya

Dimanakah tempat sandar kapal pesiar (cruise) yang berlabuh di Surabaya?

Hampir dipastikan semua akan menjawab, Pelabuhan Tanjung Perak.

Ya, memang benar secara umum. Tapi coba kawan-kawan lihat di aplikasi google maps letak dan luas area pelabuhan tersebut.

jadwal kapal pesiar di surabaya
Sebuah kapal pesiar yang bersandar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Saya jamin bagi yang belum pernah kesana pasti akan bingung untuk mencari lokasi sandar atau berlabuhnya kapal pesiar di pelabuhan tanjung perak.

Bingung dengan banyaknya jalan, bunderan, bangunan dst.

Nah untuk itulah tulisan ini saya buat, saya akan berbagi cerita dan yang pasti di bawah nanti ada titik gps via google maps tempat berlabuh atau bersandar, harga tiket masuk, dan jadwal kapal pesiar di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Jadi Ceritanya Begini ...

Tanggal 22 - 23 Januari 2019 untuk pertama kali saya mendapatkan tamu dari Amerika Serikat yang sedang berlibur di sekitar Asia Tenggara menggunakan kapal pesiar.

Mereka berangkat dari Australia lalu berlayar hingga masuk kawasan Indonesia, terakhir mereka akan selesai trip di Singapura.

Mereka naik kapal Maasdam - Holland America yang akan singgah di beberapa pelabuhan besar seperti Labuan Bajo (Flores), Makassar, Probolinggo, Tanjung Perak (Surabaya), dan Tanjung Mas (Semarang).

Sejak jauh-jauh hari mereka sudah menghubungi untuk dipandu pengamatan burung di sekitar Probolinggo dan Surabaya.

Singkatnya program dan biaya yang saya ajukan diterima sampai tiba hari pelaksanaan.

Tanggal 22 Januari saya menjemput mereka di Pelabuhan Probilinggo lalu menuju lokasi pengamatan burung disekitar Gunung Argopuro, sore harinya kembali mengantarkan tamu ke tempat semula.


Tanggal 23 Januari pagi menjemput mereka di pelabuhan Surabaya lalu menuju tempat pengamatan burung di sekitar Surabaya. Sore harinya kembali ke tempat sandar cruise mereka.

Berhubung ini kali pertama saya dapat tamu yang naik kapal pesiar ke Indonesia, cukup kebibunganlah dengan letak atau tempat penjemputan.

Untung saja saya memakai jasa penyewaan mobil dan driver dari Probolinggo yang sering menjemput tamu dari kapal pesiar yang singgah di kotanya dan juga di Arusbaya.

Ribet amat sih, kan tinggal pakai Google Maps!

Coba cek dan lihat apabila anda langsung mengetik atau mencari "Pelabuhan Tanjung Perak" akan jatuh di area gambar di bawah ini.

Pelabuhan tanjung perak google maps
Gambar hasil yang muncul ketika memasukkan kata pelabuhan Tanjung Perak di Google Maps

Padahal titik tersebut bukan lokasi yang tepat.

Setahu saya itu adalah pelabuhan barang.

Nah sesuai yang saya janjikan di bagian atas tulisan ini, berikut peta tempat atau lokasi penjemputan tamu kapal pesiar (cruise) di pelabuhan Tanjung Perak:



Yup betul sekali, semua kapal pesiar (cruise) yang datang ke Surabaya akan bersandar di Surabaya North Quay yang masih merupakan bagian dari Pelabuhan ini.

Sesuai pengalaman saya, harga tiket masuk kawasan ini adalah Rp. 5.000,-

Gedungnya sangat mudah dikenali ketika anda tiba di gerbang masuk.

Begitu tiba langsung ke gedung timur/kanan.

Ada dua pintu utama, yang pertama pintu sebelah kiri/barat adalah pintu keberangkatan / departure gate dan selanjutnya pintu kanan/timur adalah pintu kedatangan / arrival gate.

Alamat Surabaya North Quay
Gedung depan Surabaya North Quay

Alamat tempat ini berada di kelurahan/desa Perak Utara, kecamatan Pabean Cantikan, kota Surabaya, Jawa Timur kodepos 60165.

Lebih praktisnya bagi yang belum pernah kesana yaitu menggunakan aplikasi Google Maps atau Waze, tinggal ketikkan Surabaya North Quay >> "Directions" >> Pilih mode kendaraan >> "Start"

Selanjutnya tinggal ikuti deh perintah navigasinya hingga sampai di tujuan.

Untuk jadwal cruise yang akan datang ke pelabuhan ini mulai Maret hingga Desember 2019 adalah sebagai berikut:
  1. Maret
    • 18 Maret 2019, hari Senin kapal pesiar Azamara Quest datang jam 12:00 pergi jam 19:00.
    • 28 Maret 2019, hari Kamis kapal pesiar Viking Orion datang jam dan pergi jam belum tersedia.
  2. April
    • 18 April 2019, hari Kamis kapal pesiar Seabourn Encore datang jam 08:00 pergi jam 17:00.
  3. November
    • 22 November 2019, hari Jumat kapal pesiar AIDAvita datang jam 08:00 pergi jam 19:00.
  4. Desember
    • 01 Desember 2019, hari Minggu kapal pesiar Seabourn Encore datang jam 08:00 pergi jam 17:00.
    • 09 Desember 2019, hari Senin kapal pesiar Viking Orion datang jam dan pergi belum tersedia.
    • 18 Desember 2019, hari Rabu kapal pesiar AIDAvita datang jam 07:00 pergi jam 19:00.
Sumber: CruiseMapper
Sekian semoga bermanfaat dan terima kasih.

Tempat & Peta Sandar Kapal Pesiar di Pelabuhan Probolinggo

Cerita ini adalah pertama kalinya saya mendapat tamu dari Amerika Serikat yang datang ke Jawa Timur menggunakan kapal pesiar.

Ada 1 rombongan berjumlah 3 orang memesan jasa saya untuk memandu pengamatan burung di sekitar Probolinggo pada tanggal 22 Januari 2019 dan sekitar Surabaya di hari selanjutnya.

Pagi di hari pertama kami harus bertemu di pelabuhan Probolinggo, dimana kapal pesiar mereka bersandar.

Sebelum itu saya bertemu dengan driver di terminal Banyuangga, kota Probolinggo. Sekitar jam 7.30 WIB saya dan pak sopir berangkat menuju pelabuhan.

Saya sama sekali belum pernah ke pelabuhan tersebut.

Di dalam mobil coba cari-cari via google maps, sembari ngobrol dengan pak sopir. Dari obrolan kami ternyata beliau sering menjemput dan mengantarkan bule kapal pesiar berwisata di seputar Probolinggo.

Jadilah google maps yang sudah saya buka hanya untuk melihat rute yang dia pilih, sekalian saya simpan tempat bertemunya kami nanti dengan tamu.

Dan tentu lewat tulisan ini saya bagikan kepada saudara sekalian titik tersebut.
Alamat pelabuhan ini adalah Jalan Tanjung Tembaga desa Mayangan & Mangunharjo kecamatan Mayangan kota Probolinggo kodepos 67217-67218 provinsi Jawa Timur.
Tempat ini merupakan cabang dari PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau PELINDO 3 dengan nama resmi Pelabuhan Tanjung Tembaga.


Berikut titik lokasi atau peta tempat penjemputan tamu kapal pesiar (cruise) yang bersandar di pelabuhan Probolinggo:



Keterangan Peta:
  • Point warna ungu: Gerbang masuk (klik untuk menuju Google Maps)
  • Area Kuning: Lokasi parkir kendaraan
  • Point Oranye: Tempat sandar sekoci dan meeting point.

Jika anda sudah tiba di pertigaan yang ada tulisan "PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Probolinggo" silahkan anda belok kanan (timur) sekitar 20 meter langsung belok kiri lalu masuk gerbang.

Lokasi penjemputan penumpang kapal pesiar di Probolinggo
Bagian depan pelabuhan Tanjung Tembaga kota Probolinggo, Jawa Timur

Anda harus bayar tiket masuk terlebih dahulu seharga Rp. 5000,- untuk satu mobil sesuai pengalaman saya kemarin. Setelah itu lurus terus sekitar 400 meter hingga batas kendaraan boleh di pakir.

Disana sudah banyak mobil dan bus serta para driver dan tour leader yang menunggu.

Ternyata kapal pesiar tidak bisa bersandar persis di bibir pelabuhan, kapal tersebut harus berhenti di laut yang lebih dalam dari dasar laut dekat pelabuhan.

Bule-bule ini akan diantarkan menggunakan kapal kecil atau sekoci atau tender menuju tepian pelabuhan dan ini cukup lama karena banyaknya orang yang bergantian menaiki sekoci.

Waktu penjemputan antara saya dan tamu adalah jam 8.00 WIB, tapi karena proses di atas tamu saya tiba pada pukul 10.00 WIB.

Mungkin tips untuk guide atau tour leader yang baru saja mendapat client kapal pesiar di Probolinggo, sebaiknya menyempatkan waktu lebih 1-2 jam dari jadwal serta perhitungan waktu ke lokasi wisata juga harus dipertimbangkan.

Semoga bermanfaat dan terima kasih. Senang apabila saudara mau membagikan kepada teman.

Hemat Biaya Menggunakan Transportasi Umum ke kota Batu & Lokasi Wisatanya!

Sejak tahun 2016 saya tinggal di kota wisata Batu, Jawa Timur dulunya merupakan sebuah kecamatan bagian dari Kabupaten Malang. Dengan bergilirnya waktu dan perkembangan, sejak tahun 1993 kecamatan ini beralih administrasi menjadi sebuah Kota Madya dan terpisah dari Malang pada tahun 2001.


Sejauh yang saya tahu, asal nama Batu berasal dari seorang tokoh bernama Abu Ghonaim yang selanjutnya dikenal sebagai "mbah Tu" kependekan dari mbah Wastu, seorang ulama pengikut dari Pangeran Diponegoro yang hidup sekitar tahun 1700an.

Atas jasanya maka daerah selatan gunung Arjuna-Welirang ini diberi nama (m)Batu. Kebetulan saya tinggal di dekat makam beliau di desa Bumiaji, kecamatan Bumiaji. Pada hari tertentu beberapa orang datang ke makam beliau untuk berziarah. Lanjut baca sejarah kota Batu disini.

Transportasi umum menuju kota Batu dari Surabaya dan Malang
Pemandangan di utara kota Batu, jajaran gunung Arjuna-Welirang
Perkebunan Apel, Selecta, pemandian air panas Cangar, gang macan Songgoriti merupakan image kota ini dijaman dulu. Kini banyak tempat wisata baru di kota Apel ini, yang setiap akhir pekan dan hari libur lain ramai dikunjungi wisatawan. Dan rasah dho kaget nek mBatu dadi macet lur ben libur :p

Sodara-sodaraku yang baik dan budiman, perkenankeun saya untuk berbagi mengenai cara menuju kota wisata Batu menggunakan transportasi umum dari Yogyakarta (Jogja), Surabaya dan Malang serta cara menuju tempat wisata favorit di kota wisata Batu menggunakan angkutan kota (angkot). Monggo lur... eh sodara-sodara ding.

Dari Jogja Menuju Kota Batu


Pembaca yang mbois, berangkat dari negri gudheg ini semurah-murahnya adalah bersama bus jurusan kota Pahlawan, Surabaya. Ada Eka, Mira, Via, Sugeng Rahayu, Sumber Selamat dst. Nah, anda harus turun di terminal Jombang sebelum jam 19.00 WIB. Tarifnya berkisar dari Rp. 46.000,- s/d Rp. 80.000,-. Bus beroperasi 24 jam dengan waktu tempuh kurang lebih 6 jam.

Berhenti di terminal Jombang, silahkan masuk bus BAGONG-PUSPA INDAH jurusan Jombang-Malang. Mintalah untuk turun di terminal Batu, dengan tarif berkisar Rp. 20.000,- s/d Rp. 30.000,-. Lama waktu perjalanan sekitar 3 jam. Jadi total lama perjalanan dari Jogja ke Batu via Jombang adalah sekitar 9 jam. Suwi yo, panas ra bokongmu?

Dari Surabaya Menuju Kota Batu


Jika kalian terbang menggunakan pesawat dan tiba di bandara Internasional Juanda, Surabaya kalian bisa menuju Terminal Bungurasih (Purabaya), Surabaya naik Bus Damri, tarifnya sekitar Rp.30.000,- dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, catatan kondisi jalan lancar alias nggak macet (terutama waktu sore). Jadwal operasional bus damri dari bandara Juanda ke terminal Bungurasih adalah: 07.00 WIB – 21.00 WIB (Berangkat setiap 1 jam).

Sesampainya di Terminal Bungurasih, Surabaya selanjutnya kalian bisa naik bus tujuan terminal Arjosari, Malang dengan tarif EKONOMI sekitar Rp.15.000 atau PATAS Rp.25.000. Waktu tempuhnya ± 2 jam (kondisi lancar). Jadwal operasionalnya ada di setiap waktu, tapi usahakan sebelum jam 21.00 WIB karena biasanya bus yang berangkat mulai sedikit. (Berangkat setiap 10 menit).

Kebun Apel di kota Batu, Jawa Timur
Kebun Apel di daerah Jurangkuali, kota Batu.

Tiba di Terminal Arjosari, Malang kalian bisa istirahat sejenak makan atau minum biar nggak capek, banyak warung di depan terminal dan sekitarnya.
Lanjut lagi naik angkot menuju terminal Landungsari. Bisa naik Angkot ADL (Arjosari-Dinoyo-Landungsari) atau AL (Arjosari-Landungsari) dengan tarif sekitar Rp.4.000. Waktu tempuhnya ± 30 menit.
TIPS: jangan tanya harga dari sini ke terminal Landungsari karena biasanya kalian akan ditarif lebih, bilang saja ke tujuan dengan gaya “sudah biasa naik” lalu kasih aja Rp. 5.000,-.

Oke kalian sudah tiba di Terminal Landungsari, lanjut menuju terminal Batu yang terletak di depan pasar Batu. Naiklah Angkot yang warnanya UNGU tarifnya sekitar Rp. 5.000,- (tetap dengan tips diatas) dengan waktu tempuh ± 30 menit. Sudah deh, sampai di kota Batu. Selanjutnya adalah...

Dari Kota Malang Menuju Kota Batu


Jarak Malang ke Batu adalah sekitar 18 Km. Rata-rata durasi perjalanan kalau menggunakan kendaraan pribadi kurang lebih 30 menit sampai 1 jam perjalanan, tergantung waktu dan kondisi jalanan.

Buat kalian yang menggunakan kereta dan tiba di stasiun kota Malang, jarak dari stasiun malang ke kota batu sekitar 18,5 Km.
Nah, pertama harus naik angkot ke arah terminal Landungsari, dengan menggunakan angkot ADL (Arjosari-Dinoyo-Landungsari) atau AL (Arjosari-Landungsari). Tarif angkot dari stasiun kota Malang ke terminal Landungsari sekitar Rp. 4.000,- dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Setibanya di Terminal Landungsari, langsung menuju arah terminal Batu dengan angkot lagi yang berwarna UNGU, ongkosnya sekitar Rp. 5.000. Kira-kira 30 menit waktu perjalanannya, kalau tidak macet.

Begitulah transportasi umum dari stasiun Malang ke Batu.

Lha, kalau dari terminal Arjosari piye om? woh iya, sudah saya tulis di atas bos. Scroll up atau klik disini.
 

Bandara Abdurrahman Saleh, Malang Menuju Kota Batu


Kalau kalian yang naik pesawat dan turun di Bandara Abdurahman Saleh, Malang cara satu-satunya ialah naik Taxi Bandara Garuda karena tidak ada trayek angkot ke bandara yang berada di luar kota Malang.

Untuk menghemat biaya, sebaiknya anda menuju terminal Arjosari, Malang saja dengan tarif Rp. 50.000,- s/d 60.000,-. Selanjutnya anda tinggal melanjutkan perjalanan menggunakan angkot ke terminal Landungsari lalu ke terminal Batu. Sebenarnya dari bandara, taksi ini juga melayani trayek ke kota Batu dengan tarif sekitar Rp. 80.000,- s/d Rp. 100.000,-.

Bumiaji, kota Batu
Suasana di jalan di daerah Bumiaji, kota Batu dengan latar gunung Panderman.

Buat kalian yang nggak mau ribet, bisa pesan ojek online seperti GO-JEK atau GRAB dari Kota Malang ke Batu. Tarifnya mulai dari Rp. 25.000,- sampai Rp. 35.000,- dengan catatan, lokasi penjemputan dengan tujuan tidak lebih dari 25 Km dan usahakan lokasi penjemputannya jangan di dekat area terminal, stasiun dan bandara yaaa. Sampai di Batu nanti pun juga bisa kok pakai jasa ojek online ini.

Setelah tiba di terminal Batu tinggal melanjutkan tujuan yang kalian ingin. Disini banyak tersedia angkot ke berbagai wilayah, yang penting jangan lupa jam operasionalnya yakni mulai dari pukul 05.00 - 19.00 WIB.

Angkot dari Terminal Batu ke Lokasi Wisata Favorit

Berikut di bawah cara menuju beberapa tempat wisata favorit di Kota Batu menggunakan Angkot dari Terminal Batu:
1. Museum Angkut
  • Angkot BSS (Batu-Selecta-Sumber Brantas-Jurangkuali) warna merah jingga
2. Museum Satwa
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Junrejo/Jeding) warna kuning muda
3. Batu Night Spectacular
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Junrejo/Jeding) warna kuning muda
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Tlekung) warna kuning muda
4. Batu Secret Zoo
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Junrejo/Jeding) warna kuning muda
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Tlekung) warna kuning muda
5. Jatim Park 2
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Junrejo/Jeding) warna kuning muda
  • Angkot BJL (Batu-Junrejo-Landungsari via Tlekung) warna kuning muda
Angkot terminal kota Batu
Angkot ngetem di terminal kota Batu dari berbagai trayek/jurusan. Sumber: Google Street View

6. Jatim Park 3
  • Angkot BL (Batu-Landungsari) warna ungu muda
  • Angkot BTL (Batu-Torongrejo-Landungsari) warna ungu tua
7. Alun-alun Batu
  • Angkot BB (Batu-Bumiaji) warna merah jambu garis hijau
  • Angkot BS kode A (Batu-Songgoriti) warna hijau
8. Batos / Batu Town Square
  • Angkot BTL (Batu-Torongrejo-Landungsari) warna ungu tua
9. Songgoriti
  • Angkot BS kode A (Batu-Songgoriti) warna hijau
  • Angkot BS kode B (Batu-Songgoriti) warna hijau
10. Selecta dan Wisata Petik Apel
  • Angkot BSS (Batu-Selecta-Sumber Brantas-Jurangkuali) warna merah jingga

Harga atau tarif angkot di kota Batu, untuk jarak jauh sekitar Rp. 5.000,- dan jarak dekat Rp. 4.000,-. Kecuali trayek jauh seperti angkot BSS, harganya di atas Rp. 5000,-. Trayek atau jurusan angkot dari terminal Batu lebih lengkap silahkan baca disini.

Baiklah, sekian dulu postingan kali ini. Jangan lupa bawa jaket nanti saat berkunjung ke “Swiss Kecil di Pulau Jawa” ini. Jangan lupa share ke teman-teman kalian dan semoga bermanfaat. Wassalam!

DISCLAIMER: Data-data angkutan publik yang penulis kumpulkan berasal dari pengalaman pribadi dan dari sumber yang relevan. Perubahan, seperti tarif atau harga bisa berubah tergantung yang punya PO. hehe

Contact Form

Name

Email *

Message *